Presiden Prabowo langsung gelar ratas usai terima PM Malaysia, bahas isu ekonomi dan hubungan bilateral

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 2 Juli 2025 | 22:58 WIB
Rapat terbatas Presiden Prabowo usai kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim (Instagram/sekretariat.kabinet)
Rapat terbatas Presiden Prabowo usai kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim (Instagram/sekretariat.kabinet)

GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo langsung menggelar rapat terbatas (ratas) usai menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 27 Juni 2025.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya yang dirilis pada Sabtu, 28 Juni 2025.

Menurutnya, ratas dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Seskab Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo membahas sejumlah isu penting dalam ratas tersebut, terutama terkait strategi ekonomi nasional dan kerja sama luar negeri.

Baca Juga: Pesinetron MR ditangkap usai peras kekasih sesama jenis, polisi ungkap motif cemburu

“Salah satu upaya untuk merespons dinamika tantangan ekonomi saat ini adalah dengan melakukan deregulasi sektor riil melalui revisi Permendag 8 Tahun 2024. Aturan ini akan disederhanakan menjadi pengaturan sektoral agar lebih fleksibel,” ujarnya.

Presiden Prabowo, kata Teddy, juga memberikan arahan agar deregulasi tersebut mampu meningkatkan daya saing ekonomi nasional dengan menghapuskan birokrasi perizinan yang dianggap menghambat.

“Tujuannya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri tetap stabil di tengah tekanan global,” imbuhnya.

Dalam ratas juga dibahas perkembangan perundingan tarif dengan Amerika Serikat yang disebut berjalan positif.

Baca Juga: Dugaan korupsi Chromebook di Kemendikbudristek, Kejagung periksa perwakilan Google

Kedua negara bersepakat untuk mencari solusi saling menguntungkan atau win-win solution dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

“Tim negosiator dari kedua negara saat ini sedang membahas secara intensif soal permintaan dan penawaran,” ucap Teddy.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif Indonesia mempererat hubungan ekonomi dengan AS mendapat dukungan dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan United States Trade Representative Jamieson Greer.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X