Isfahan yang menjadi target serangan langsung AS, dilaporkan mengalami kerusakan signifikan di kompleks nuklirnya.
Baca Juga: ESAI: Satu Suro, ketika semesta berbisik dan energi mengamini
Komitmen damai di tengah ancaman
Meski membenarkan serangan militer, Washington menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka pintu diplomasi.
“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mengejar kesepakatan dengan pemerintah Iran,” tulis Dorothy Shea dalam surat tersebut.
Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait surat tersebut.
Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan AS, menuding Washington bersikap munafik dan berbahaya bagi stabilitas kawasan.***
Artikel Terkait
AS tuding Iran siap produksi bom nuklir dalam hitungan pekan, Trump kumpulkan Dewan Keamanan Nasional
Trump klaim hancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, ancam serangan lebih besar jika perdamaian ditolak
Ketegangan memuncak di PBB: Israel bersumpah tak hentikan serangan ke Iran hingga ancaman nuklir dilucuti
Harga minyak dunia melejit usai AS dan Israel serang fasilitas nuklir Iran, Brent sentuh Rp1,2 juta per barel
Presiden Iran tegaskan tak ingin produksi senjata nuklir: Kami hanya ingin pertahankan hak yang sah
AS klaim serang program nuklir, bukan negara Iran: Wapres JD Vance sebut tujuan utama adalah perdamaian
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi