Amarah Kim Jong Un usai Trump ikut campur konflik Israel-Iran: Langkah AS dinilai sembrono dan langgar piagam PBB

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 23 Juni 2025 | 17:30 WIB
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un (Instagram.com/@supremeleader_kim_jong_un)
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un (Instagram.com/@supremeleader_kim_jong_un)

GENMILENIAL.ID – Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, meluapkan kemarahannya usai Amerika Serikat terlibat langsung dalam konflik antara Iran dan Israel, yang kian memanas sejak 13 Juni 2025.

Melalui pernyataan resmi pemerintahnya, Kim mengecam keras serangan yang diperintahkan Presiden AS, Donald Trump, terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang diserang pada Minggu, 22 Juni 2025.

"Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) dengan keras mengecam serangan AS terhadap Iran," tegas Kim Jong Un, sebagaimana dilansir Reuters, Senin 23 Juni 2025.

Baca Juga: Harga minyak dunia melejit usai AS dan Israel serang fasilitas nuklir Iran, Brent sentuh Rp1,2 juta per barel

Menurut Kim, tindakan militer yang diambil AS secara sepihak itu telah melanggar prinsip-prinsip dasar dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya terkait penghormatan atas kedaulatan negara lain.

“Langkah ini secara serius melanggar Piagam PBB mengenai penghormatan terhadap kedaulatan negara,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Kim juga menyalahkan Israel sebagai pemicu awal konflik, dengan menyebut bahwa serangan lebih dulu yang dilakukan Israel pada 13 Juni telah memicu eskalasi besar-besaran di kawasan.

“Keberanian sembrono Israel yang melancarkan serangan lebih dulu ke Iran adalah awal dari semua ini,” ucapnya.

Baca Juga: Kaesang daftar lagi jadi Ketum PSI, bicara ambisi masuk Senayan dan sambut tokoh besar bergabung

Korea Utara menilai keterlibatan AS, yang kemudian memperluas skala serangan ke jantung Iran, justru memperkeruh situasi dan memperbesar potensi konflik berskala luas.

Kim menegaskan bahwa langkah-langkah militer yang diambil secara agresif oleh Israel dan AS akan membawa konsekuensi yang tak terhindarkan.

“Konsekuensi yang tak terhindarkan dari langkah sembrono tersebut akan segera menyusul,” tandas Kim.

Sementara itu, hingga kini belum ada respons resmi dari pihak Gedung Putih terhadap pernyataan tersebut, namun ketegangan global terus meningkat, dengan berbagai negara menyerukan deeskalasi dan dialog damai.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X