Jokowi jawab sindiran Megawati soal dugaan ijazah palsu: Saya sebetulnya sedih

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 21 Mei 2025 | 01:11 WIB
Presiden ke–7 RI, Joko Widodo (kiri) dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Instagram.com/@jokowi - @puanmaharaniri)
Presiden ke–7 RI, Joko Widodo (kiri) dan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Instagram.com/@jokowi - @puanmaharaniri)

GENMILENIAL.ID - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi merespons sindiran Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait polemik dugaan ijazah palsu yang dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Hal itu disampaikan Jokowi usai menjalani pemeriksaan penyidik di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 20 Mei 2025.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang dipimpin Eggi Sudjana.

Ketika ditanya wartawan soal pernyataan Megawati yang menyarankan agar ijazah asli ditunjukkan saja tanpa melibatkan polisi, Jokowi menunjukkan ekspresi sedih.

Baca Juga: Jokowi hadir sebagai terlapor dugaan ijazah palsu, Pengacara: Bukan pelapor tapi diadukan

"Saya itu sebetulnya ya, sebetulnya sedih," ujar Jokowi kepada awak media di Mabes Polri.

Ia menyayangkan kasus ijazah ini terus berlanjut ke proses hukum. Meski merasa kasihan, Jokowi menilai hal ini sudah keterlaluan.

"Kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya, saya kasihan. Tapi ya ini kan sudah keterlaluan, jadi ya kita tunggu proses hukum selanjutnya," ucapnya.

Jokowi berharap kasus ini bisa dituntaskan secara terang benderang melalui jalur hukum. Ia menyatakan akan menunjukkan ijazah jika diminta oleh pengadilan.

Baca Juga: Momen Jokowi tertawa usai diminta tunjukkan ijazah: Nanti saja di pengadilan

"Ini kan supaya semuanya jelas dan gamblang. Lembaga yang paling kompeten untuk di mana saya menunjukkan ijazah saya itu ya di pengadilan nanti," katanya.

Sebelumnya, Megawati menyinggung soal polemik ijazah saat memberi sambutan dalam peluncuran buku 'Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)' di BRIN, Jakarta, pada 14 Mei 2025.

Dalam pernyataannya, Megawati tidak menyebut nama, namun menyentil pihak yang digugat agar tidak ragu menunjukkan ijazah asli jika memang benar.

"Orang banyak, kok, sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, benar atau tidak? Susah amat, ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja, 'ini ijazah saya' gitu loh," kata Megawati kala itu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X