Terseret kasus Chromebook Rp9,9 triliun, Nadiem: Saya dibesarkan dari keluarga anti korupsi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 13 Juni 2025 | 21:17 WIB
Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim yang saat ini tengah terseret kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook (gurudikdas.dikdasmen.go.id)
Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim yang saat ini tengah terseret kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook (gurudikdas.dikdasmen.go.id)

GENMILENIAL.ID - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim akhirnya buka suara terkait dugaan korupsi proyek pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang menyeret namanya.

Kasus yang terjadi dalam kurun waktu 2019 hingga 2022 itu kini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung, dan menjadi salah satu sorotan utama publik terkait integritas anggaran di sektor pendidikan.

Dalam wawancara yang tayang di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Nadiem menegaskan bahwa dirinya siap mendukung penuh proses hukum yang berjalan.

Baca Juga: Pasca-Serangan Israel ke Iran, KBRI Teheran imbau WNI tingkatkan kewaspadaan dan hindari daerah rawan

“Saya akan selalu mendukung aparat penegak hukum dalam pemeriksaan apa pun. Kalau memang ada temuan di organisasi saya, saya akan bantu,” kata Nadiem, dikutip Jumat 13 Juni 2025.

Lebih lanjut, pendiri Gojek itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengambil keuntungan pribadi dalam proyek tersebut.

Ia juga menyinggung latar belakang keluarganya yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan anti korupsi.

“Mas Deddy kenal saya. Ayah saya Komite Etika KPK, Ibu saya pendiri Bung Hatta Anti-Corruption Award,” ucapnya.

Baca Juga: Jokowi akui kantongi dukungan jadi Ketum PSI, tapi nilai masih belum cukup

“Saya lahir dan dibesarkan di keluarga anti korupsi. Saya tidak akan pernah, dan tidak akan pernah mengambil sepersen pun,” tegas Nadiem.

Sebelumnya, proyek pengadaan Chromebook diklaim sebagai bagian dari respon Kemendikbudristek terhadap krisis pendidikan selama pandemi.

Proyek itu dikabarkan menyalurkan lebih dari 1 juta perangkat TIK ke puluhan ribu sekolah.

Kejaksaan Agung sendiri belum menyebutkan secara spesifik tersangka dalam perkara ini, namun penyidikan terus dilakukan untuk menelusuri indikasi penyimpangan dalam pengadaan.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X