Kisruh penolakan Makan Bergizi Gratis oleh OPM hingga ancaman pembakaran sekolah, Menhan terjunkan TNI AD untuk pengamanan dapur SPPG

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 7 Februari 2025 | 01:50 WIB
Penerima manfaat program MBG untuk seluruh wilayah Indonesia (Instagram/badangizinasional.ri)
Penerima manfaat program MBG untuk seluruh wilayah Indonesia (Instagram/badangizinasional.ri)

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis atau MBG ini merupakan tugas kemanusiaan.

“Jadi kami tidak mempedulikan isu-isu politik yang lain, kecuali kami menjalankan tugas kemanusiaan," kata Sjafrie pada Selasa, 4 Februari 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: DPRD Subang gelar Rapat Paripurna penetapan Bupati dan Wakil Bupati Subang terpilih pada Pilkada Serentak 2024

Ia juga menyatakan akan menerjunkan personel TNI AD dalam mengamankan pelaksanaan program MBG di tiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPGG.

“Karena kan situasi ini belum bagus, belum kondusif, jadi kami perlu supaya dapur-dapur ini dikerjakan oleh satuan tugas teritorialnya TNI Angkatan Darat,” ujar Sjafrie.

Manfaat program MBG untuk pemenuhan gizi

Sjafrie optimis jika setelah program ini berlangsung, masyarakat akan merasakan manfaatnya sendiri.

“Nanti lama-lama rakyat akan bicara bahwa makan bergizi itu adalah kebutuhan pokok bagi seorang warga negara, terutama anak-anak kita, ibu hamil, dan juga stunting,” ujarnya.

Baca Juga: ESAI : Narpit, jualan obat, AI dan kaum yang jumud

“Yang penting kami berpikir positif bahwa makan bergizi itu untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi rakyat kita yang dilakukan oleh pemerintah, yang dilaksanakan oleh dapur-dapur dari TNI yang sedang bertugas di sana,” imbuh Sjafrie.

Ia juga mengatakan kalau program MBG ini adalah hak yang harus diberikan kepada para penerima manfaat.

“Mereka-mereka itu semua adalah anak-anak kita yang perlu makan bergizi,” tuturnya.

“MBG ini diberikan kepada mereka setiap hari selama mereka bersekolah,” imbuhnya.

Baca Juga: Mendagri Malaysia ungkap kronologi penembakan 5 WNI di Selangor, abaikan peringatan dan ada upaya menabrak kapal milik APMM

Alasan MBG belum berjalan di Papua

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X