lifestyle

Membongkar mentalitas pelaku bully dan cara menghindarinya, ini kata psikologi

Kamis, 5 Juni 2025 | 11:17 WIB
Ilustrasi - pelaku bullying (Pixabay.com/@EURO_ELF)

GENMILENIAL.ID - Bullying masih menjadi masalah sosial yang menghantui berbagai lapisan masyarakat.

Tak hanya terjadi di sekolah, perilaku ini juga banyak ditemukan di tempat kerja hingga dunia maya.

Namun, apa sebenarnya yang mendorong seseorang menjadi pelaku bully?

Baca Juga: Puasa Arafah dilaksanakan 5 Juni 2025, ini 3 keutamaannya bagi umat muslim

Dalam sudut pandang psikologi, tindakan bullying bukan semata soal kekuasaan, tapi sering kali berkaitan dengan kondisi kejiwaan pelaku.

Mereka mungkin terlihat dominan, namun di balik itu menyimpan rasa tidak aman, luka batin, atau trauma masa lalu.

Pelaku bullying cenderung mengalami defisit empati dan ketidakmampuan mengelola emosi.

Mereka biasanya tumbuh dalam lingkungan yang permisif terhadap kekerasan, atau justru menjadi korban kekerasan sebelumnya.

Baca Juga: Anak pencipta lagu 'Nuansa Bening' ikut buka suara soal polemik royalti dengan Vidi Aldiano

Beberapa motif umum pelaku bully antara lain:

  • Ingin menunjukkan dominasi atau kekuasaan
  • Merasa tertekan dan melampiaskannya pada orang lain
  • Mengikuti tekanan kelompok agar merasa diterima
  • Kurangnya pendidikan emosi sejak kecil

Di sisi lain, korban bullying bisa mengalami dampak psikologis jangka panjang. Mulai dari kehilangan rasa percaya diri, gangguan kecemasan, hingga depresi.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu memahami cara mengenali dan menghindari lingkungan atau pola yang toxic.

Baca Juga: Polemik lagu nuansa bening, pihak Keenan Nasution soroti royalti hingga etika penyanyi

Berikut beberapa tips praktis untuk menghindari perilaku bullying:

Halaman:

Tags

Terkini