Kepala BGN cerita anaknya tumbuh tinggi karena minum susu 2 liter sehari sejak kecil

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 1 Juni 2025 | 15:56 WIB
Kolase foto Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang bercerita anaknya tumbuh tinggi karena minum susu 2 liter sehari (Kolase Instagram/badangizinasional.ri - unsplash/engin akyurt)
Kolase foto Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang bercerita anaknya tumbuh tinggi karena minum susu 2 liter sehari (Kolase Instagram/badangizinasional.ri - unsplash/engin akyurt)

GENMILENIAL.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait tumbuh kembang anak, khususnya soal tinggi badan.

Dalam acara Peluncuran Pembangunan 1000 Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Pesantren, Dadan menegaskan pentingnya intervensi gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar anak-anak Indonesia tumbuh optimal.

Baca Juga: Minum susu 2 liter sehari bikin anak tinggi? ini kata dokter spesialis anak

“Kalau kita tidak intervensi sekarang maka tubuhnya saya perkirakan rata-rata hanya 160–165 cm. Tapi ketika ada makanan bergizi, nanti tubuhnya minimal 180 cm,” ujarnya dalam tayangan langsung virtual YouTube Syaichona TV dikutip pada Minggu, 1 Juni 2025.

Dadan pun menceritakan bahwa dua anak laki-lakinya memiliki tinggi masing-masing 181 cm dan 185 cm. Menurutnya, kebiasaan minum susu sejak kecil menjadi faktor penting.

“Kenapa bisa tinggi? Karena minum susunya diwajibkan sama ibunya dari kecil sampai SMA kelas 2, wajib,” ucapnya.

Baca Juga: Siap sambut jemaah calon haji Indonesia di Arafah, Kemenag sempat soroti penataan kasur di tenda

Ia menyebut anaknya terbiasa minum susu dua liter sehari selama masa pertumbuhan, yang berdampak pada ukuran tulang dan tinggi tubuh.

“Pada saat pertumbuhan, anak saya yang kecil itu minum susu 2 liter sehari. Jadi tulangnya besar-besar, makanya tubuhnya tinggi,” imbuhnya.

Dadan menegaskan bahwa tinggi badan bukan hanya ditentukan oleh faktor genetik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh asupan makanan.

“Tinggi badan tidak hanya masalah genetik, tapi juga makanan,” katanya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X