khazanah

Momentum Hari Santri, Badan Wakaf As-Syifa gerakkan literasi Qur’an: 555 mushaf disalurkan untuk pelajar, lansia, dan majelis taklim

Jumat, 24 Oktober 2025 | 13:58 WIB
Badan Wakaf As-Syifa menyalurkan 555 mushaf Al-Qur’an ke berbagai sekolah, masjid, dan majelis taklim di Kabupaten Subang sepanjang Oktober 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Memperingati Hari Santri Nasional 2025, Badan Wakaf As-Syifa menyalurkan 555 mushaf Al-Qur’an ke berbagai sekolah, masjid, dan majelis taklim di Kabupaten Subang sepanjang Oktober 2025.

Gerakan ini bukan sekadar penyaluran wakaf, tetapi bentuk nyata gerakan literasi dan pemberdayaan umat melalui Al-Qur’an.

Kepala Program Badan Wakaf As-Syifa, Fatin Alifah Syahir mengatakan kegiatan ini dilakukan di sejumlah titik seperti Masjid Baiturrahman, SIT El-Mutaqy, serta beberapa majelis pengajian rumah dan kelompok lansia.

Baca Juga: Wabup Subang dorong transformasi digital pengadaan barang dan jasa lewat Katalog Elektronik versi 6

“Walau tidak dilakukan tepat pada tanggal Hari Santri, namun semangatnya sama: menyalakan cahaya Al-Qur’an di hati para pelajar, lansia, dan masyarakat,” ujarnya, Jumat, 24 Oktober 2025.

Fatin menjelaskan, program Wakaf Qur’an ini mengajak masyarakat untuk berperan sebagai wakif maupun penerima manfaat.

“Mushaf yang kami salurkan bukan sekadar buku suci, tapi cahaya yang menghidupkan hati. Dari setiap ayat yang dibaca, pahala mengalir bagi para wakif,” katanya.

Ia berharap wakaf mushaf ini menjadi sumber semangat baru bagi para penerima.

Baca Juga: Pramono Anung akui dana Rp14,6 triliun APBD DKI mengendap: Itu 1000 persen benar

“Bagi lansia, semoga menjadi penguat iman di masa senja. Bagi pelajar dan anak-anak pengajian, semoga menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an sejak dini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Badan Wakaf Assyifa, Ahmad Sahirul Alim menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan historis, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam menjaga nilai-nilai Islam.

“Santri adalah penjaga ilmu dan pengamal Qur’an. Maka, wakaf Qur’an ini menjadi langkah nyata agar nilai-nilai Qur’an terus hidup dan tersebar di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan

Ahmad juga menilai gerakan wakaf Qur’an memiliki makna spiritual sekaligus sosial, karena menyatukan semangat keilmuan santri dan gerakan wakaf produktif.

Halaman:

Tags

Terkini