Pramono Anung akui dana Rp14,6 triliun APBD DKI mengendap: Itu 1000 persen benar

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 01:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membenarkan pernyataan Menkeu Purbaya soal dana Rp14,6 triliun DKI mengendap di bank (Instagram/pramonoanungw)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membenarkan pernyataan Menkeu Purbaya soal dana Rp14,6 triliun DKI mengendap di bank (Instagram/pramonoanungw)

GENMILENIAL.ID — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal dana Rp14,6 triliun milik Pemprov DKI yang mengendap di bank daerah adalah benar adanya.

Pramono bahkan menegaskan, angka yang disampaikan Menkeu itu '1000 persen benar', dan menjelaskan bahwa dana tersebut bukanlah simpanan pasif, melainkan bagian dari pola pembayaran APBD yang memang menumpuk di akhir tahun.

“Pak Purbaya menyampaikan ada dana Rp14,6 triliun milik Pemda DKI di Bank Jakarta. Itu betul 1000 persen, bukan 100 persen lagi,” ujar Pramono di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga: Anak usaha IMPC gandeng dua perusahaan Jepang, ubah limbah plastik jadi bahan bangunan ramah lingkungan

Belanja naik tajam di akhir tahun

Menurut Pramono, fenomena meningkatnya saldo kas di akhir tahun anggaran merupakan pola rutin Pemprov DKI karena mayoritas kegiatan dan proyek pembayaran baru diselesaikan pada kuartal terakhir.

“Pola pembayaran untuk APBD-nya biasanya terjadi pelonjakan di akhir tahun,” katanya.

Ia mencontohkan, pengeluaran besar yang dilakukan pada akhir 2023 mencapai Rp16 triliun, dan meningkat menjadi Rp18 triliun pada 2024.

Dengan pola itu, Pramono memastikan dana Rp14,6 triliun yang saat ini tercatat mengendap di rekening Pemprov akan digunakan untuk membayar proyek, gaji, dan belanja publik pada sisa tahun anggaran 2025.

Baca Juga: Usai Dedi Mulyadi klaim Pemda Jabar simpan dana giro di bank, Menkeu Purbaya: Malah lebih rugi lagi

“Dana ini pasti akan kami gunakan untuk pembayaran-pembayaran tersebut,” tambahnya.

Pemprov DKI minta tambahan transfer Rp10 triliun

Pramono juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI meminta tambahan dana transfer sebesar Rp10 triliun kepada Kementerian Keuangan untuk memperkuat kas daerah menghadapi kebutuhan belanja yang meningkat di akhir tahun.

“Bahkan Pemerintah DKI meminta kepada Pak Menteri Keuangan, ‘Tambah dong Rp10 triliun yang mau ditransfer, segera ditransfer,’” kata politikus PDIP itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X