As-Syifa gandeng PERTUNI: Santri belajar empati dan makna kemanusiaan lewat program 'Menyapa dengan Hati'

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 20 Oktober 2025 | 12:24 WIB
Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha berikan tausyiah pada program Menyapa dengan Hati, Sabtu pagi, 18 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)
Ketua Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Dr. K.H. Lalu Agus Pujiartha berikan tausyiah pada program Menyapa dengan Hati, Sabtu pagi, 18 Oktober 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID - Ratusan santri putri SMPIT As-Syifa Boarding School Jalancagak 2, Kabupaten Subang, larut dalam suasana haru dan khidmat saat mengikuti program 'Menyapa dengan Hati', Sabtu pagi, 18 Oktober 2025.

Kegiatan yang digelar di Masjid area Putri Kampus 4 As-Syifa itu merupakan hasil kolaborasi antara As-Syifa dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kabupaten Subang.

Sebanyak 30 anggota PERTUNI hadir sebagai tamu dan narasumber dalam kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan dan pembentukan karakter ini.

Baca Juga: Pengacara pertanyakan pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan: Bukan kasus nasional, tapi diperlakukan seperti teroris

Program tersebut menjadi jembatan silaturahmi dan pembelajaran empati bagi para santri, sekaligus bagian dari agenda pemberdayaan sosial berkelanjutan yang diinisiasi oleh Departemen Pelayanan Masyarakat (Yanmas) As-Syifa sejak awal tahun.

Menumbuhkan empati dan nilai kemanusiaan

Manager Yanmas, Taufik Hidayat mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan sosial, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter berbasis pengalaman nyata.

“Terima kasih kepada anggota PERTUNI yang sudah hadir. Mudah-mudahan menjadi keberkahan untuk As-Syifa,” ujar Taufik.

Baca Juga: Korsleting picu kebakaran di RS Hermina Bekasi, 4 mobil dikerahkan, kerugian capai Rp1 miliar

Ia berharap sinergi dengan PERTUNI akan terus berlanjut dan berkembang menjadi program pemberdayaan masyarakat yang lebih luas.

As-Syifa peduli dukung komunitas difabel

Dukungan terhadap komunitas penyandang disabilitas juga disampaikan oleh Ikhsan Nuryamin, Kepala Program LAZ As-Syifa Peduli.

Ia menjelaskan, sebagai lembaga amil zakat di bawah naungan Yayasan As-Syifa, As-Syifa Peduli berkomitmen menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah masyarakat untuk mendukung komunitas difabel agar dapat mandiri dan berdaya.

“Ke depan, kami ingin mengusung program-program pemberdayaan yang menunjang kebutuhan bapak-ibu dari PERTUNI, baik secara personal maupun komunitas,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X