Ghibah, menggali dalam diam, menguak jejak cela di balik sejuta senyum

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 23 Juli 2023 | 17:50 WIB
ilustrasi (Pixabay)
ilustrasi (Pixabay)

GENMILENIAL.ID - Dalam keriuhan kehidupan sosial yang semakin padat dan beragam ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa ghibah, sebagai salah satu aspek negatif dalam interaksi manusia, kerap menyelinap di antara kita. 

Bicara tentang ghibah bukanlah hal yang ringan, sebab dari kata-kata kecil yang ditempuh dengan bibir berbisik, ia mampu menciptakan luka yang dalam dan bahkan menggoyahkan dasar persaudaraan dan persahabatan.

Ghibah, sebuah istilah yang mungkin sebagian besar dari kita sudah sering dengar, tetapi apakah kita benar-benar paham arti dan implikasi dari kata ini? 

Ghibah secara umum didefinisikan sebagai menggosip atau mengumpat orang lain di belakang punggungnya. 

Baca Juga: Sinopsis novel Supernova karya Dee Lestari

Fenomena ini dapat ditemukan dalam berbagai konteks kehidupan, dari perbincangan santai di warung kopi hingga obrolan seputar meja rapat di kantor.

Berbicara tentang ghibah, seseorang mungkin menimbang bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang serius. 

Namun, tahukah kita, bahwa ghibah dapat merusak hubungan baik, menghancurkan reputasi seseorang, bahkan hingga merusak kehidupan seseorang secara menyeluruh?

Ghibah, seakan menjadi candu bagi sebagian orang. Di balik senyum manis, terkadang tersimpan keinginan untuk mencari cela pada orang lain. 

Baca Juga: Mengenal wasir, penyebab, gejala dan cara pengobatanya

Lalu, mengapa ghibah tetap bertahan dan bahkan semakin merebak di tengah masyarakat kita? 

Salah satu faktor penyebabnya adalah rasa ketidakpuasan dengan diri sendiri. Ketika seseorang merasa kurang percaya diri atau tidak bahagia dengan kehidupan mereka, ia mungkin merasa perlu untuk mengalihkan perhatian dari masalah mereka dengan 'mendiskusikan' masalah orang lain.

Penting untuk diingat bahwa ghibah tidak hanya merugikan orang yang menjadi sasaran, tetapi juga merugikan diri kita sendiri. 

Membicarakan keburukan orang lain tidak akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik atau mengatasi masalah kita sendiri. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X