Ghibah, dosa besar yang biasa dilakukan oleh masyarakat! Ini cara mencegahnya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 15 April 2023 | 15:15 WIB
Ilustrasi  (Pexels)
Ilustrasi (Pexels)

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 19: 

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Rasulullah SAW juga melarang umatnya untuk berghibah. Diriwayatkan dalam hadits Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

"Orang Islam itu saudara bagi orang Islam lain, jangan saling mengkhianati, jangan saling membohongi, dan jangan saling merendahkan, setiap Muslim atas Muslim yang lain itu haram rahasianya, hartanya dan darahnya, taqwa itu ada di sini (dalam hati)."

Bahkan diketahui bahwa dosa ghibah lebih besar dari dosa zina. Rasulullah SAW bersabda:

"Ghibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya, 'Bagaimana bisa? Rasulullah SAW menjelaskan, 'Seorang laki-laki yang berzina lalu bertaubat, maka Allah bisa langsung menerima taubatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibah nya," (HR At-Thabrani).

 

Baca Juga: Polres Subang kembalikan kendaraan hasil curanmor, AKBP Sumarni himbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan

Di akhirat nanti, seseorang yang suka berghibah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT oleh orang yang dighibah nya. 

Amal kebaikannya pun dibayarkan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya, termasuk kepada orang yang telah dighibahnya. Kemudian setelah amal kebaikannya habis, amal keburukan orang-orang yang dizaliminya ditimpakan pada dirinya.

Dari penjelasan diatas, penting untuk kita sebagai umat muslim selalu terhindar dari kebiasaan buruk ini. Lalu, bagaimana sih, cara agar terhindar dari ghibah?

Cara menghindari ghibah adalah bisa dengan tidak membicarakan orang lain secara buruk di belakangnya, dan jika ada sesuatu yang perlu disampaikan tentang seseorang, sebaiknya dilakukan secara langsung dan sopan. 

Jangan mengambil kesempatan saat seseorang sedang tidak hadir untuk memperburuk citranya. Berbicaralah dengan baik dan tulus, serta hindari membuat komentar yang tidak konstruktif dan merendahkan orang lain.

Selain itu, untuk menghindari terjerumus dalam perbuatan ghibah, penting untuk memperbaiki karakter dan menjaga diri dari kecemburuan, iri hati, atau rasa tidak puas. Kita juga perlu memperhatikan tindakan kita sendiri, dan jika terlanjur melakukan ghibah, segera meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: BERBAGAI SUMBER

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X