GENMILENIAL.ID - Momen aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026, tak hanya menjadi sorotan karena tuntutan yang dibawa.
Sebuah video yang memperlihatkan sosok pria berdiri di atas gedung tinggi di sekitar lokasi aksi justru ikut viral dan menyita perhatian publik.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Threads @gabriellaovc pada hari yang sama.
Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria mengenakan pakaian serba hitam berdiri di bagian rooftop atau atap gedung dengan posisi yang cukup berbahaya, tepat di area pinggir.
Sosok misterius di atap gedung jadi perbincangan
Dalam keterangan unggahan, perekam video mengaku merasa heran dengan keberadaan pria tersebut.
Ia menilai posisi berdiri yang terlalu dekat dengan tepi gedung sangat berisiko dan tidak biasa.
“Menurut kalian aneh ga si ada orang berdiri di pinggir gedung? Bertanya aja nih. Kok berani ya di pinggir gitu,” tulisnya.
Tak hanya satu, pengunggah juga mengklaim melihat beberapa orang lain di gedung berbeda.
“So far, udah nemu 3 orang di pinggir gedung tinggi, di atas Hotel Indonesia, UOB, dan Graha Mandiri,” lanjutnya.
Dalam percakapan yang terekam di video, terdengar narasi yang menyebut bahwa posisi pria tersebut berada di ujung paling luar gedung.
“Ujung banget itu. Enggak mungkin orang biasa itu,” ujar suara dalam rekaman.
Artikel Terkait
Kapolres Subang minta anggotanya lakukan pengamanan aksi unjuk rasa buruh sesuai dengan SOP dan humanis
Aksi dramatis duduki gedung DPRD, ini 6 tuntutan aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa se-Kabupaten Subang
Tanggapi aksi unjuk rasa di Gedung DPRD, Kapolres Subang gelar silaturahim dengan Aliansi Mahasiswa Subang Bersatu, ini hal penting yang dibahas
Massa gelar salat gaib di depan Polda DIY, aksi mahasiswa sempat ricuh hingga tiga orang diamankan
Aksi mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta soroti dugaan kekerasan seksual, tuntut transparansi kampus
Setop jalur demo mahasiswa ke Bundaran HI, polisi: Kalau maksa, tabrak saja kami
Bundaran HI diblokade jadi titik kumpul aksi, massa mahasiswa ngaku kecewa meski sempat bersurat ke polisi