Malam Nisfu Syaban, Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin Jabong santuni 120 yatim dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Pagaden

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 14 Februari 2025 | 10:58 WIB
Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholih, KH. Abdur Rahman berikan sambutan pada gelaran malam Nisfu Syaban dan santunan yatim, Kamis 13 Februari 2025 malam
Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholih, KH. Abdur Rahman berikan sambutan pada gelaran malam Nisfu Syaban dan santunan yatim, Kamis 13 Februari 2025 malam

GENMILENIAL.ID - Ratusan warga dan berbagai tokoh masyarakat, perangkat desa dan juga unsur Muspika turut memadati pelataran Pondok Pesantren Riyadhus Solihin Jabong pada Kamis, 13 Februari 2025 malam.

Kedatangan mereka untuk menghadiri peringatan Malam Nisfu Syaban dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh Pimpinan Pondok Pesantren KH. Abdur Rohman.

“Malam nisfu syaban, doa bersama, malam dimana diangkat amal perbuatan baik dan buruk, catatan amal pada hari ini,” kata Kyai Abdul Rahman.

Baca Juga: Respon Jokowi soal pemangkasan anggaran IKN, akui pembangunannya bisa sampai 20 tahun

Selain menggelar dzikir bersama, pada malam tersebut juga digelar santunan bagi 120 yatim yang berada di Kecamatan Pagaden.

“Kami juga mengadakan acara santunan yatim piatu,” ujarnya.

Ratusan masyarakat dan anak yatim turut memadati pelataran Ponpes Riyadhus Sholihin Jabong
Ratusan masyarakat dan anak yatim turut memadati pelataran Ponpes Riyadhus Sholihin Jabong

Lanjut Kyai Abdur Rahman, Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin awalnya menargetkan santunan untuk 200 anak yatim, namun karena melihat situasi dan kondisi hanya sekitar 120 anak yang mendapat santunan.

Anak-anak yatim tersebut diambil dari masyarakat sekitar pesantren yang ada di Desa Jabong dan beberapa desa yang ada di Kecamatan Pagaden.

Baca Juga: Jelang ‘El Clasico’ Persija vs Persib, Ketum Suporter Viking titip tim kesayangannya ke fans The Jak Mania: Semoga bisa kondusif

Lanjut Kyai Abdur Rahman, melihat anggaran yang tersedia, pihak pesantren saat ini, fokus terlebih dahulu kepada anak yatim, dan belum menyasar pada kaum dhuafa.

“Anak yang ada di Jungklang dan anak-anak yang ada di Tangoli, Bakan Sawah, jumlah anak ada 120 anak yatim, dhuafanya belum karena melihat situasi keuangan dan anggaran,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Camat Pagaden, Drs. Muhamad Rudi, Kapolsek Pagaden Kompol Dede Suhendar, Kades dan perangkat Desa Jabong, tokoh masyarakat dan anggota DPRD Subang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X