Menurutnya, lembaga pendidikan perlu kembali mengintegrasikan tiga pilar pemikiran Islam klasik agar tetap relevan dengan zaman. Sementara itu, murid juga harus membuka hati dan berbenah diri.
“Pendidikan Islam sejatinya adalah pertemuan antara hati yang bersih, nalar yang jernih, dan sistem yang terbuka terhadap perubahan,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Meriahkan Maulid Nabi, anak-anak ramaikan lomba islami di Masjid Al Barokah
Tepuk sakinah, doa sunyi di tengah lonjakan perceraian: Antara edukasi, gimik, dan harapan keluarga Indonesia
Masjid dari swadaya warga, Wakil Bupati Subang apresiasi semangat religius dan kebersamaan Desa Marengmang
Keteladanan KH. Anwar Manshur: Ulama sepuh Lirboyo yang dihormati lintas generasi
Satu dekade Hari Santri: Bupati Subang dikukuhkan jadi Panglima Santri, serukan santri melek zaman dan inovatif
Momentum Hari Santri, Badan Wakaf As-Syifa gerakkan literasi Qur’an: 555 mushaf disalurkan untuk pelajar, lansia, dan majelis taklim
Wamen Haji Dahnil Anzar: Legalisasi umrah mandiri justru lindungi jemaah dan pelaku travel