Tepuk sakinah, doa sunyi di tengah lonjakan perceraian: Antara edukasi, gimik, dan harapan keluarga Indonesia

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 17:09 WIB
Mengintip fenomena viral tepuk sakinah yang ramai di media sosial, ternyata mengandung makna yang menyentuh akar persoalan keluarga (X.com/@racunracun)
Mengintip fenomena viral tepuk sakinah yang ramai di media sosial, ternyata mengandung makna yang menyentuh akar persoalan keluarga (X.com/@racunracun)

“Fungsinya sebagai ice breaking agar suasana lebih ringan dan menarik,” katanya.

Lima pilar keluarga sakinah, berpasangan, janji kokoh, musyawarah, saling cinta dan hormat, serta saling ridha dikemas dalam gerakan dan tepukan sederhana agar mudah diingat oleh pasangan muda.

Baca Juga: Tegur pengamen mabuk, warga Pamanukan tewas dikeroyok: Polres Subang tangkap tiga pelaku dalam waktu singkat

Kemenag mengingatkan, Tepuk Sakinah seharusnya tidak berhenti di panggung pernikahan, tapi diteruskan dalam program pembinaan keluarga berkelanjutan.

Makna di balik tepukan

Di balik lirik sederhana seperti 'Berpasangan, janji kokoh, saling ridha', ada nilai spiritual dan moral yang kuat bahwa cinta perlu dijaga dalam kebersamaan, bukan hanya diucapkan di pelaminan.

“Sekilas seperti permainan anak-anak, tapi justru dari kesederhanaan itu muncul pengingat agar cinta dirawat setiap hari,” tulis salah satu warganet di kolom komentar video Tepuk Sakinah yang viral di TikTok.

Gerakan ini mungkin tidak menyelesaikan semua persoalan rumah tangga, tapi menjadi pengingat kecil: bahwa kebahagiaan pernikahan dimulai dari niat menjaga janji, bukan sekadar mengucapkannya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X