“Fungsinya sebagai ice breaking agar suasana lebih ringan dan menarik,” katanya.
Lima pilar keluarga sakinah, berpasangan, janji kokoh, musyawarah, saling cinta dan hormat, serta saling ridha dikemas dalam gerakan dan tepukan sederhana agar mudah diingat oleh pasangan muda.
Kemenag mengingatkan, Tepuk Sakinah seharusnya tidak berhenti di panggung pernikahan, tapi diteruskan dalam program pembinaan keluarga berkelanjutan.
Makna di balik tepukan
Di balik lirik sederhana seperti 'Berpasangan, janji kokoh, saling ridha', ada nilai spiritual dan moral yang kuat bahwa cinta perlu dijaga dalam kebersamaan, bukan hanya diucapkan di pelaminan.
“Sekilas seperti permainan anak-anak, tapi justru dari kesederhanaan itu muncul pengingat agar cinta dirawat setiap hari,” tulis salah satu warganet di kolom komentar video Tepuk Sakinah yang viral di TikTok.
Gerakan ini mungkin tidak menyelesaikan semua persoalan rumah tangga, tapi menjadi pengingat kecil: bahwa kebahagiaan pernikahan dimulai dari niat menjaga janji, bukan sekadar mengucapkannya.***
Artikel Terkait
Kepala Kemenag Subang: Dzikir jadi kunci ketenangan dan kedamaian masyarakat
Teladani empat sifat Rasulullah, Bupati Subang ajak bangun daerah dengan semangat kebersamaan
KH. Arif Rustandi ajak pemuda jadikan akhlak Rasulullah sebagai bekal masa depan
DKM Masjid Al Barokah gelar lomba dan Tabligh Akbar peringati Maulid Nabi
Hidup sebagai perjalanan menuju Tuhan, kesadaran jadi kunci utama
Kang Rey resmikan Masjid Asmaul Husna, tegaskan masjid jadi pusat persatuan dan pendidikan umat
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Al Barokah, KH Abdul Rohman tekankan pentingnya akhlak dan memakmurkan masjid