Menyelami filosofi Avicenna tentang mental jiwa yang kuat, hidupkan kecerdasan seseorang

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 22:28 WIB
Cendikiawan muslim, Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna (X.com/@soulmates)
Cendikiawan muslim, Ibnu Sina atau dikenal dengan nama Avicenna (X.com/@soulmates)

Baca Juga: PPATK rampungkan analisis 122 juta rekening dormant, 90 persen sudah aktif kembali

Sebagai seorang dokter, Ibnu Sina menekankan pentingnya keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Tubuh yang sehat memberikan energi, tetapi jiwa yang tenang memberikan arah.

“Jiwa adalah kesempurnaan, dan tubuh hanyalah wadahnya,” tegasnya.

Ia menolak pandangan bahwa kecerdasan lahir hanya dari pengetahuan yang dikumpulkan. Menurutnya, kecerdasan sejati muncul dari kemampuan jiwa untuk menerima dan mengolah kebenaran.

Pemikirannya jauh mendahului zamannya, membicarakan pentingnya mindfulness dan kesadaran penuh sebelum istilah tersebut dikenal luas di dunia modern.

Baca Juga: Viral struk makan pelanggan di resto diduga kena biaya royalti musik Rp29 ribu

Ibnu Sina mendorong manusia untuk mengenali diri sendiri, mengendalikan dorongan hati, serta membangun ketenangan batin agar pikiran dapat bekerja secara maksimal.

Bagi Avicenna, jiwa yang kuat bukan hanya membentuk pribadi tangguh, tetapi juga menjadi sumber lahirnya peradaban yang maju.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X