GENMILENIAL.ID - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 yang jatuh pada Selasa, 20 Mei 2025, mengusung tema 'Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat'.
Tema ini ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui surat edaran resmi tentang pedoman peringatan Harkitnas 2025.
Komdigi menyerukan agar momen ini dijadikan refleksi kebangsaan dan seruan moral bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam memperkuat semangat kolektif untuk membangun bangsa yang tangguh.
Baca Juga: Tolak sistem kerja tak adil, driver ojol dan kurir siap gelar demo nasional 20 Mei
Berikut empat makna utama dari tema Harkitnas 2025:
1. Semangat kolektif bangsa
Tema ini mencerminkan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun Indonesia yang berdaya saing.
Gotong royong dan kebersamaan dipandang sebagai kunci dalam menghadapi tantangan nasional dan global.
2. Meneladani pendiri bangsa
Harkitnas menjadi momentum untuk meneladani semangat para pendiri bangsa, yang menjadikan persatuan sebagai fondasi perjuangan.
Baca Juga: ESAI: Kebangkitan Nasional: Persimpangan fiksi, kekuasaan, dan identitas yang rentan
Di era modern, semangat ini diteruskan melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan dan penguatan jati diri bangsa.
3. Partisipasi dalam pembangunan
Masyarakat didorong berkontribusi aktif dalam pembangunan di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, dan teknologi.
Artikel Terkait
Figur politik penting dalam perjalanan Indonesia, Soekarno, Sutan Syahrir, dan H Agus Salim
Pergerakan Budi Utomo, membangun semangat kebangsaan di Nusantara
Sutan Syahrir: Pemikir sunyi di balik proklamasi kemerdekaan
Ini 3 puisi karya sastrawan Indonesia bertema perjuangan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional
Kesunyian seorang pemikir: Ketika Syahrir ditinggalkan tapi tetap setia pada bangsa
ESAI: Kebangkitan nasional dan jalan panjang membangun Indonesia dari daerah
ESAI: Kebangkitan Nasional: Persimpangan fiksi, kekuasaan, dan identitas yang rentan