GENMILENIAL.ID - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Subang menggelar silaturahim lintas agama di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Subang, pada Rabu, 19 Maret 2025 sore.
Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Subang demi terwujudnya harmoni kehidupan beragama yang lebih solid.
Turut hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini yaitu Ketua FKUB Subang, Budiono Ilyas, Kepala Kemenag Kabupaten Subang, H. Badruzaman, Asda 1 Pemda Subang, Rahmat Effendi dan Kabag Kesra, Saipul Amin.
Hadir pula tokoh-tokoh lintas agama seperti perwakilan dari agama Islam dan organisasinya, perwakilan dari Protestan, Katholik dan perwakilan dari agama Budha.
Baca Juga: Sempat undur jadwal, MenPAN RB pastikan pengangkatan CASN 2024 akan dipercepat tahun ini
“Ini bulan suci Ramadan yang tentunya oleh umat muslim dipandang sebagai bulan yang penuh berkah,” kata Budiono Ilyas dalam keterangan yang disampaikan pada GenMilenial.id di Aula Kemenag Subang.
“Dalam keberkahan ini, kita sebagai umat Islam dan tentunya umat lain, coba menanyakan visi dan misi berkaitan dengan bagaimana menciptakan kondusifitas,” sambungnya.
Budiono mengungkapkan bahwa menciptakan kondusifitas yang dimaksud bukan berarti selama ini buruk, namun perlu untuk kembali ditingkatkan lagi.
Selain soal kondusifitas, isu-isu aktual juga dibahas baik di Kabupaten Subang maupun di Jawa Barat secara umum yang menurut pandangan dari para tokoh agama dan FKUB perlu untuk segera diluruskan.
Baca Juga: 3 Poin pasal yang masuk revisi UU TNI, salah satunya kebijakan prajurit masuk kementerian-lembaga RI
Adapun isu aktual yang paling mencolok baru-baru ini, terkait kasus penistaan agama yang terjadi di Kecamatan Cibogo yang saat ini sudah masuk ke dalam ranah pidana.
Isu penistaan agama tersebut kini menjadi topik bahasan dari para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kabupaten Subang termasuk soal langkah dan rencana memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Itu tentang pidana, pasal yang dituduhkan adalah tentang penistaan agama, itu perlu pemahaman kepada unsur-unsur aparatur dan masyarakat,” ucapnya
Budiono juga mengatakan bahwa para pelaku penistaan agama tersebut selalu berlindung dibalik keyakinan aliran kepercayaan yang memang regulasinya sudah ada dan diperbolehkan.
Artikel Terkait
Seminar FKUB Subang, Kapolres dan Dandim 0605 Subang sampaikan pesan moderasi beragama dan pluralisme
Pembangunan Rumah Ibadah, Ketua FKUB Subang sebut terkait SKB 2 Menteri, seperti ini penjelasanya
Jaga kondusifitas jelang Pilkada 2024, FKUB Subang akan gelar dialog moderasi beragama
FKUB Subang gelar moderasi beragama jelang Pilkada 2024, Dr. Imran sebut pentingnya peran pemimpin agama untuk menetralisir hal yang tidak diinginkan
Masyarakat adat dan FKUB, Budiono Ilyas : Kita ingin merangkul institusi yang berkaitan dengan itu, walaupun secara tupoksi bukan ranah FKUB
Ogah dibilang eksis jalur agama, Dokter Richard Lee menolak datangi Podcast usai pengakuannya sudah mualaf 2 tahun
Suara generasi muda dalam mitigasi risiko lingkungan: Kolaborasi lintas agama untuk masa depan berkelanjutan