Pada perdagangan hari yang sama, saham WIFI justru ditutup melemah 6,82 persen atau turun Rp75 dibandingkan harga penutupan sebelumnya sebesar Rp1.100 per saham.
Baca Juga: Viral ajudan Gubernur Kaltim senggol mahasiswa GMNI, Polda turun tangan
Perbedaan antara harga transaksi negosiasi dan harga pasar reguler tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam membaca transaksi divestasi saham WIFI senilai Rp4,06 triliun.
Kepemilikan Perusahaan Hashim di WIFI Turun Jadi 27,75 persen
Sebelum transaksi dilakukan, PT Investasi Sukses Bersama memiliki 2.889.087.404 saham WIFI atau sekitar 54,42% dari total saham beredar.
Setelah melepas 1.415.652.000 saham, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 1.473.435.404 saham. Porsi tersebut setara sekitar 27,756% dari total saham WIFI.
Dengan demikian, perusahaan terafiliasi Hashim masih memiliki kepemilikan saham dalam jumlah besar di Solusi Sinergi Digital, meskipun porsinya berkurang hampir separuh dibandingkan sebelum transaksi.
Baca Juga: SUV bekas vs mobil listrik baru Rp250 jutaan, mana lebih menguntungkan?
Dalam keterbukaan informasi, tujuan transaksi tersebut dicantumkan sebagai “Divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.”
Meski nilai transaksi mencapai triliunan rupiah, informasi yang tersedia belum menjelaskan alasan spesifik PT Investasi Sukses Bersama melakukan divestasi saham WIFI tersebut.
Karena itu, penjualan saham ini belum dapat diartikan sebagai perubahan strategi bisnis tertentu tanpa penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan.
Siapa pembeli saham WIFI senilai Rp4,06 triliun?
PT Sinergi Graha Kapital menjadi pembeli seluruh 1.415.652.000 saham WIFI yang dilepas PT Investasi Sukses Bersama.
Baca Juga: Krisdayanti gugat perusahaan asuransi Allianz, ini fakta perkara di PN Jaksel
Setelah transaksi, PT Sinergi Graha Kapital menguasai sekitar 26,667 persen saham WIFI. Sementara itu, PT Investasi Sukses Bersama masih mempertahankan kepemilikan sekitar 27,756 persen.