GENMILENIAL.ID — Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali melemah hingga Rp28 pada sesi I perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026.
Di tengah penurunan tersebut, beredar simulasi di Instagram yang menyebut harga saham GOTO bisa menyentuh Rp1 pada Senin, 26 Oktober 2026.
Data TradingView menunjukkan GOTO turun Rp4 atau 12,50 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp32.
Baca Juga: Pertanyakan proyek perusahaan diduga blacklist, wartawan Subang mengaku diancam UKPBJ
Jika dibandingkan dengan posisi Rp50 sebelum perubahan batas minimum harga saham berlaku pada 28 September 2026, penurunannya telah mencapai 44 persen.
Unggahan akun Instagram Nubivest kemudian menyusun skenario penurunan GOTO dengan asumsi saham terus menyentuh auto rejection bawah atau ARB pada setiap hari perdagangan.
“Senin, 26 Oktober → GOTO menyentuh Rp1. 1 lot = Rp100,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang menggunakan posisi harga Rp32 pada Rabu, 30 September.
Namun, akun tersebut juga memberikan catatan bahwa hitungan itu merupakan 'simulasi skenario ekstrem, bukan proyeksi harga dan bukan ajakan beli atau jual.'
Baca Juga: Indonesia menang 9-2, FAM Malaysia soroti injury time yang berubah dari 2 jadi 7 menit
Bagaimana simulasi GOTO ke Rp1 dihitung?
Simulasi tersebut berangkat dari perubahan ketentuan perdagangan BEI yang efektif pada 28 September 2026.
Berdasarkan halaman resmi BEI, saham pada papan utama, pengembangan, dan ekonomi baru dengan harga Rp11–200 memiliki batas ARB sebesar 15 persen.
Sementara untuk rentang harga Rp1–10, batas penurunan hariannya sebesar Rp1.
Auto rejection merupakan mekanisme penolakan otomatis terhadap pesanan yang dimasukkan di luar rentang harga yang diperbolehkan.
Artikel Terkait
Boy Thohir beli 3,1 juta lembar saham Trimegah Sekuritas, tegaskan kepercayaan pada kondisi pasar modal RI
Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli
Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Saham MGLV melesat lebih dari 500 persen, pasar soroti rights issue Rp2,4 triliun
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Saham SMRA bergerak terbatas, sinyal teknikal masih 'Sangat Jual' di tengah kasus HGB
Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan