karir-bisnis

SUV bekas vs mobil listrik baru Rp250 jutaan, mana lebih menguntungkan?

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:32 WIB
Budget 200 juta pilih beli SUV bekas apa Mobil EV baru (NKRI24JAM)

Baca Juga: IHSG melonjak 5,65 persen ke 5.278,88, BEI siapkan pengeluaran 80 saham dari indeks

Sebaliknya, pengguna mobil listrik perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas pengisian daya di sepanjang rute perjalanan, terutama ketika bepergian ke wilayah yang belum memiliki jaringan SPKLU memadai.

3. Pilihan bengkel dan suku cadang

Kendaraan bermesin bensin memiliki ekosistem perawatan yang telah berkembang, mulai dari bengkel resmi hingga bengkel spesialis independen.

Sementara itu, perawatan dan perbaikan mobil listrik membutuhkan penanganan sesuai sistem kendaraan serta ketersediaan teknisi dan fasilitas yang mendukung.

Faktor ini layak masuk dalam pertimbangan sebelum membeli kendaraan.

Baca Juga: KMP Batumandi terbakar saat hendak sandar di Pelabuhan Merak, api diduga muncul dari area buritan kapal

Biaya operasional mobil listrik lebih hemat?

Meski SUV bekas memiliki sejumlah keunggulan dari sisi kepraktisan, mobil listrik baru tetap menawarkan daya tarik, terutama untuk penggunaan harian.

Biaya pengisian daya listrik dapat lebih murah dibandingkan pengeluaran untuk bahan bakar bensin, bergantung pada tarif listrik, konsumsi energi kendaraan, dan pola penggunaan.

Mobil listrik juga tidak memerlukan penggantian oli mesin seperti kendaraan konvensional.

Dari sisi teknologi, mobil listrik baru dapat menawarkan fitur digital, sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta fitur Vehicle-to-Load (V2L) pada model yang mendukungnya.

Baca Juga: Serukan kritik di Bundaran HI, 6 aktivis Greenpeace diamankan polisi

Fitur tersebut menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan teknologi modern dan efisiensi penggunaan sehari-hari.

Kesimpulan: Pilih SUV bekas atau mobil listrik baru?

Halaman:

Tags

Terkini