karir-bisnis

SUV bekas vs mobil listrik baru Rp250 jutaan, mana lebih menguntungkan?

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:32 WIB
Budget 200 juta pilih beli SUV bekas apa Mobil EV baru (NKRI24JAM)

GENMILENIAL.ID - Memilih mobil di kisaran harga Rp250 juta hingga Rp300 juta kini menawarkan dua pilihan menarik, yakni SUV bekas bermesin bensin atau mobil listrik baru.

Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari efisiensi biaya operasional hingga nilai jual kembali yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

Di segmen SUV bekas, konsumen dapat mempertimbangkan Honda HR-V, Hyundai Creta, atau Wuling Almaz keluaran 2021–2023.

Sementara itu, pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menawarkan sejumlah pilihan, seperti Jaecoo J5 EV, Wuling BinguoEV, hingga varian entry-level BYD Atto series.

Baca Juga: Krisdayanti gugat perusahaan asuransi Allianz, ini fakta perkara di PN Jaksel

Dengan anggaran yang relatif berdekatan, keputusan membeli SUV bekas atau mobil listrik baru tidak cukup hanya berdasarkan harga dan biaya penggunaan sehari-hari.

Calon pembeli juga perlu memperhitungkan penyusutan harga, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta kemudahan perawatan kendaraan dalam jangka panjang.

SUV bekas vs mobil listrik baru: Bagaimana nilai jual kembalinya?

Salah satu faktor penting dalam membandingkan SUV bekas dan mobil listrik baru adalah depresiasi atau penyusutan nilai kendaraan.

Mobil listrik menawarkan biaya operasional harian yang relatif murah, tetapi penurunan harga di pasar kendaraan bekas menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Krisdayanti gugat Allianz Rp1,5 miliar, dua perkara asuransi lain juga tercatat di PN Jakarta Selatan

Laporan iSeeCars Depreciation Study menunjukkan adanya perbedaan penyusutan nilai antara kendaraan listrik dan mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Executive Analyst iSeeCars, Karl Brauer, menyampaikan bahwa pembeli mobil bekas tidak lagi bersedia membayar harga premium untuk kendaraan listrik.

Temuan iSeeCars yang dikutip dalam bahan sumber menunjukkan bahwa mobil listrik rata-rata kehilangan sekitar 57–59 persen nilainya dalam lima tahun pertama.

Halaman:

Tags

Terkini