Indikator keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari jumlah gedung yang selesai dibangun atau banyaknya manajer yang berhasil direkrut. Setelah berbagai tahapan tersebut dilalui, ukuran berikutnya harus lebih konkret.
Baca Juga: Bencana longsor landa wilayah Aceh Tengah, 4 rumah warga rusak, akses jembatan lumpuh
Di antaranya jumlah koperasi yang telah beroperasi, omzet yang dihasilkan, jumlah transaksi setiap hari, produk masyarakat desa yang terserap, hingga kemampuan koperasi membiayai kebutuhan operasionalnya sendiri.
“Kalau saya melihatnya sebagai pengusaha, sekarang jangan lagi terlalu banyak bicara pembangunan. Kita harus bicara operasional dan revenue. Gedung sudah ada, orang sudah ada, investasi sudah keluar. Sekarang pertanyaannya cuma satu: kapan jualannya dimulai?” ujar Agus.
Besarnya skala program membuat persoalan koordinasi dan kepastian operasional menjadi hal yang perlu segera dituntaskan.
Manajer telah direkrut, pelatihan telah dilakukan, pembangunan gedung terus berjalan, dan pembiayaan telah disiapkan.
Tahap berikutnya adalah memastikan seluruh komponen tersebut terhubung dalam kegiatan bisnis yang nyata. Sebab, dalam bisnis, waktu bukan sekadar jadwal.
Waktu juga merupakan biaya, terutama ketika investasi yang telah dikeluarkan belum segera menghasilkan pendapatan.***