GENMILENIAL.ID — Penurunan peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB dari idAA menjadi idAA- tidak hanya menjadi perhatian manajemen, investor dan pemegang obligasi.
Pemerintah daerah di Jawa Barat dan Banten sebagai pemegang saham mayoritas juga memiliki kepentingan terhadap kondisi dan perkembangan kualitas kredit perseroan.
Berdasarkan publikasi resmi PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO, sebanyak 75,55 persen saham Bank BJB pada akhir Juni 2026 dimiliki pemerintah provinsi, pemerintah kota dan pemerintah kabupaten di Jawa Barat serta Banten. Sementara itu, 24,45 persen saham lainnya dimiliki publik.
Baca Juga: Di balik turunnya rating Bank BJB, NPL naik dan pencadangan melemah
Komposisi tersebut membuat kinerja Bank BJB memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan ekonomi pemerintah daerah sebagai pemegang saham.
Perubahan nilai perusahaan, laba maupun dividen berpotensi memengaruhi manfaat ekonomi yang diterima pemerintah daerah.
PEFINDO menurunkan peringkat Bank BJB dari idAA menjadi idAA-. Sejumlah obligasi dan surat berharga yang diterbitkan perseroan juga mengalami penurunan peringkat.
“Penurunan peringkat mencerminkan tekanan yang berkelanjutan terhadap profil keuangan Bank, terutama kualitas aset,” tulis PEFINDO dalam rilis pemeringkatan yang dipublikasikan melalui laman resminya.
Baca Juga: Gaji manajer koperasi tak cukup berbasis jabatan, kompetensi dan kinerja harus jadi ukuran
Meski peringkat mengalami penurunan, Bank BJB masih berada dalam kategori sangat kuat dan prospek perusahaan tetap stabil. PEFINDO juga menilai posisi bisnis, permodalan serta likuiditas Bank BJB sangat kuat.
Tren NPL Bank BJB perlu mendapat perhatian
Di tengah fundamental yang masih dinilai kuat, perkembangan kualitas kredit menjadi salah satu persoalan yang perlu diawasi.
Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) Bank BJB meningkat dari 2,2 persen pada akhir 2024 menjadi 2,8 persen pada akhir 2025. Pada Juni 2026, rasio tersebut kembali naik menjadi 3,3 persen.
Baca Juga: PEFINDO turunkan rating Bank BJB, kualitas kredit masih jadi sorotan