“Pakaian, makanan, seni, dan sastra—itulah pilar peradaban. Jika semua ini tumbuh dari desa dan masyarakat, maka ekonomi daerah akan berputar dari bawah dan menjadi kuat,” kata Kang Dedi.
Subang pun menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis kearifan lokal, yang tidak hanya menyentuh pasar, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.***