Sigma mencatat, berdasarkan posisi 28 September, harga SGER masih bertahan di atas rata-rata pergerakannya.
Baca Juga: Bangunan ludes terbakar, 2 orang meninggal dunia dalam kebakaran hebat Trans Home Jogja
Momentum penguatan membuka peluang kenaikan lanjutan, tetapi saham tersebut telah naik 25,21% dalam sebulan pada periode pengamatan Bareksa.
“Prioritaskan entry di Rp715–720 karena potensi untung dari harga beli atas relatif seimbang dengan risikonya, mengingat kenaikan yang sudah cukup jauh terjadi,” tulis Sigma.
MAPI: Target harga Rp1.630–1.675
Untuk MAPI, Bareksa memasang target harga Rp1.630–1.675. Area beli yang disarankan berada pada Rp1.485–1.535, sedangkan batas kerugian ditetapkan di Rp1.470.
Harga MAPI pada sesi I 30 September berada di Rp1.540 atau Rp5 di atas batas atas rentang beli tersebut.
Dalam analisisnya, Sigma menyebut posisi MAPI pada 28 September masih berada di atas rata-rata harga 20 dan 50 hari. Kondisi tersebut menjadi dasar penilaian bahwa tren naik masih berlanjut.
“Potensi untung dari harga beli yang disarankan cukup seimbang dibanding risikonya,” tulis Sigma.
Perubahan harga pembelian tetap perlu diperhatikan karena perbandingan antara potensi keuntungan dan risiko kerugian bergantung pada area masuk yang digunakan.
SMIL: Target harga Rp452–464
Sementara itu, Bareksa menetapkan target harga SMIL sebesar Rp452–464. Area beli berada pada Rp422–426 dengan batas kerugian Rp416.
Penguatan SMIL hingga Rp444 pada sesi I 30 September membuat saham tersebut semakin dekat dengan target awal Rp452. Namun, harga itu juga sudah berada di atas rentang beli yang tercantum dalam rekomendasi Bareksa.
Artikel Terkait
Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli
Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Saham MGLV melesat lebih dari 500 persen, pasar soroti rights issue Rp2,4 triliun
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Saham SMRA bergerak terbatas, sinyal teknikal masih 'Sangat Jual' di tengah kasus HGB
Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan
Turun habis, saham GOTO tinggal Rp28 benarkah bisa ke Rp1?