GENMILENIAL.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyampaikan sejumlah pesan kepada Arrmanatha Nasir setelah ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) menggantikan Sugiono dalam jajaran Kabinet Merah Putih.
Arrmanatha Nasir atau yang kerap dipanggil Tata dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menlu dalam reshuffle kabinet pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dino menilai pergantian tersebut sebagai keputusan yang bijak dan tepat.
Ia juga mengapresiasi kinerja Sugiono selama 23 bulan menjabat sebagai Menlu, termasuk berbagai pergerakan Indonesia di kancah global.
“Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat karena selama ini Menlu Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi antara tugas luar negeri di satu pihak dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau sebagai petinggi partai,” ujar Dino dalam keterangannya, dikutip pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Di sisi lain, Dino menyampaikan tiga pesan khusus kepada Tata sebagai Menlu baru.
Pesan tersebut mencakup arah politik luar negeri, persoalan anggaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), serta hubungan pemerintah dengan masyarakat sipil.
Minta politik luar negeri tetap tegas dan mandiri
Pesan pertama Dino berkaitan dengan politik luar negeri Indonesia. Ia meminta pemerintah mempertahankan politik luar negeri yang tegas, mandiri, dan aktif dalam memperjuangkan prinsip-prinsip hubungan internasional.
Baca Juga: Turun habis, saham GOTO tinggal Rp28 benarkah bisa ke Rp1?
Dino menegaskan Indonesia tidak boleh tunduk pada tekanan negara mana pun. Menurutnya, Indonesia juga tetap perlu mengambil peran dalam membentuk tatanan kawasan dan global.
“Kami berharap politik luar negeri Indonesia bisa menunjukkan watak bangsa kita yang berani membela prinsip hubungan internasional dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan bangsa mana pun betapa pun besarnya mereka,” kata Dino.
Soroti anggaran Kemenlu
Artikel Terkait
Menteri Luar Negeri China serukan perdamaian untuk konflik Rusia dan Ukraina
Rupiah dan IHSG anjlok usai reshuffle, Airlangga: Hanya sentimen pasar, kondisi sementara
Prabowo ultimatum menteri ‘nakal’: Tiga kali peringatan langsung reshuffle, sinyal tegas di tahun pertama pemerintahan
Isu reshuffle kabinet Prabowo menguat, Golkar: Menteri tak produktif wajib diganti
Prabowo lantik 6 pejabat baru, reshuffle kabinet jilid V resmi digelar di istana
Komentar menohok anak Purbaya usai reshuffle: Akhirnya bapak tidur nyenyak, balik jadi trader
Reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7: Prabowo lantik 18 pejabat, Bahlil rangkap dua jabatan