Dalam pengamatan per 28 September, Sigma menilai SMIL berada dalam fase konsolidasi di sekitar rata-rata harga 20 hari, tetapi tetap bertahan di atas rata-rata 50 hari.
“Dari ketiga saham, SMIL menawarkan potensi untung paling menarik dibanding risikonya,” tulis Sigma.
Penilaian tersebut mengacu pada area beli dan batas kerugian yang telah ditetapkan dalam analisis Bareksa.
Baca Juga: Turun habis, saham GOTO tinggal Rp28 benarkah bisa ke Rp1?
Dengan demikian, data harga sesi I 30 September menunjukkan ketiga saham berada di atas rentang beli yang disarankan dalam analisis tersebut.
Bagi investor yang mencermati rekomendasi ini pada 2 Oktober 2026, target harga, area beli, dan batas kerugian perlu dibaca berdasarkan tanggal acuan analisis serta perkembangan harga pasar terbaru.***
Artikel Terkait
Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli
Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Saham MGLV melesat lebih dari 500 persen, pasar soroti rights issue Rp2,4 triliun
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Saham SMRA bergerak terbatas, sinyal teknikal masih 'Sangat Jual' di tengah kasus HGB
Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan
Turun habis, saham GOTO tinggal Rp28 benarkah bisa ke Rp1?