Satu hari saja saham tidak ditutup pada batas bawah, jalur perhitungan berikutnya akan berubah. Harga saham dapat bertahan atau bergerak naik mengikuti transaksi di pasar.
Baca Juga: Syahganda Nainggolan jadi Kepala Bakom gantikan Qodari, apa alasannya?
Penghentian sementara perdagangan maupun perubahan harga acuan juga dapat mengubah skenario yang digunakan dalam simulasi tersebut.
Keterangan 'cuma 19 hari bursa' dalam unggahan juga sesuai apabila dihitung secara inklusif dari 30 September hingga 26 Oktober dengan asumsi kalender yang sama.
Namun, jika dihitung sejak penurunan pertama pada 28 September, rangkaian tersebut mencakup 21 hari perdagangan.
Perbandingan nilai satu lot dengan ongkos parkir juga merupakan ilustrasi nilai nominal. Pada harga Rp1, sebanyak 100 saham bernilai Rp100 sebelum biaya transaksi.
Baca Juga: Profil Syahganda Nainggolan, aktivis yang gantikan Qodari di Bakom
Angka tersebut tidak menggambarkan valuasi perusahaan dan tidak memastikan saham dapat dibeli maupun dijual dalam jumlah yang diinginkan.
Hingga sesi I perdagangan 1 Oktober 2026, fakta perdagangan yang tersedia adalah harga GOTO berada di Rp28.
Sementara itu, harga Rp1 pada 26 Oktober tetap merupakan hasil simulasi dengan asumsi penurunan maksimal secara beruntun.
Angka tersebut bukan target harga yang ditetapkan perusahaan, analis, maupun BEI.***
Artikel Terkait
Boy Thohir beli 3,1 juta lembar saham Trimegah Sekuritas, tegaskan kepercayaan pada kondisi pasar modal RI
Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli
Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Saham MGLV melesat lebih dari 500 persen, pasar soroti rights issue Rp2,4 triliun
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Saham SMRA bergerak terbatas, sinyal teknikal masih 'Sangat Jual' di tengah kasus HGB
Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan