Baca Juga: Sanksi Man City belum diputuskan, apa yang terjadi setelah vonis pelanggaran finansial?
Batas tersebut mengatur seberapa jauh harga dapat bergerak dalam satu hari perdagangan, bukan menentukan bahwa saham harus turun hingga batas tersebut.
Dengan asumsi harga GOTO terus ditutup pada batas bawah, perhitungan dimulai dari Rp50 menjadi Rp43, kemudian Rp37, Rp32, dan Rp28.
Harga minimum hasil perhitungan dibulatkan ke atas ke rupiah penuh agar penurunan tidak melampaui batas persentase yang berlaku.
Sebagai contoh, penurunan maksimal 15 persen dari Rp32 menghasilkan Rp27,20. Dengan fraksi Rp1, harga terendah yang tidak melampaui batas tersebut adalah Rp28.
Baca Juga: Kasus Man City masuk tahap banding, klub diberi batas waktu hingga hari ini
Karena itu, penurunan aktual dari Rp32 menjadi Rp28 adalah 12,50 persen, bukan tepat 15 persen.
Titik harga dalam simulasi
Jika pola penurunan pada batas bawah tersebut terus berlangsung, simulasi menghasilkan sejumlah titik harga.
- 1 Oktober 2026: Rp28
- 6 Oktober 2026: Rp18
- 13 Oktober 2026: Rp10
- 20 Oktober 2026: Rp5
- 26 Oktober 2026: Rp1
Perhitungan tersebut menggunakan asumsi perdagangan Senin hingga Jumat tanpa libur tambahan, suspensi, aksi korporasi yang mengubah harga acuan, maupun perubahan ketentuan perdagangan.
Baca Juga: Rocky Gerung jadi Wantimpres, dari pengkritik pemerintah ke lingkar penasihat Presiden
Setelah harga mencapai Rp10, mekanisme dalam simulasi berubah. Penurunan harian yang digunakan bukan lagi persentase 15 persen, melainkan Rp1 per hari sesuai rentang harga tersebut.
Dengan asumsi itu, hitungan memang menghasilkan harga Rp1 pada 26 Oktober 2026.
Harga Rp1 bukan kepastian
Meski hitungannya sesuai dengan asumsi yang digunakan, tanggal 26 Oktober tidak menunjukkan kapan GOTO benar-benar akan menyentuh Rp1.
Artikel Terkait
Boy Thohir beli 3,1 juta lembar saham Trimegah Sekuritas, tegaskan kepercayaan pada kondisi pasar modal RI
Saham BCA dinilai ‘murah’, Dasco: Selama sesuai mekanisme pasar silakan dibeli
Saham MGLV melonjak lagi 10 persen, kenaikan sepanjang 2026 tembus 500 persen
Saham MGLV melesat lebih dari 500 persen, pasar soroti rights issue Rp2,4 triliun
Rating Bank BJB turun, pemegang saham daerah perlu perketat pengawasan kredit
Saham SMRA bergerak terbatas, sinyal teknikal masih 'Sangat Jual' di tengah kasus HGB
Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan