GENMILENIAL.ID – Upaya menjadikan Kota Padang sebagai Kota Gastronomi Dunia UNESCO terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Indonesian Creative Cities Network (ICCN) mengambil langkah strategis dengan menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Sumatera Barat.
Rapat yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (8/5/2026) ini melibatkan Dinas Pariwisata Kota Padang serta DPRD Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari proses penguatan perencanaan dan dukungan kebijakan.
Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa pengembangan gastronomi tidak hanya berfokus pada kekayaan kuliner semata, tetapi juga mencakup pembangunan ekosistem kreatif yang lebih luas dan berkelanjutan.
Baca Juga: 32 Tim usia dini ramaikan Liga Jabar Istimewa di Subang, jadi ajang cari bibit pesepak bola
“Penguatan identitas gastronomi bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang bagaimana budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan masyarakat bisa tumbuh bersama,” ujarnya.
Potensi besar Kota Padang
Menurut Fiki, Kota Padang memiliki keunggulan kuat sebagai kandidat kota gastronomi dunia karena kekayaan kuliner Minangkabau yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.
Beragam hidangan khas seperti rendang, sate Padang, hingga aneka masakan tradisional lainnya menjadi modal utama dalam memperkuat identitas gastronomi daerah.
Namun demikian, potensi tersebut perlu diiringi dengan strategi yang terarah, mulai dari penguatan branding, pengembangan ekosistem kuliner, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Tumpahan CPO di Jalintim Banyuasin bikin jalan licin dan lalin tersendat
Kolaborasi jadi kunci
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Nanda Satria serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza bersama jajaran.
Selain itu, hadir pula sejumlah pengurus ICCN seperti Sekretaris Eksekutif Mario Devys dan Deputi 1 Aldi Novi Kurnia Abidin yang turut memberikan masukan dalam perumusan langkah strategis.
ICCN menilai, keberhasilan Padang menjadi Kota Gastronomi UNESCO sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, legislatif, komunitas kreatif, pelaku UMKM kuliner, hingga akademisi.
Artikel Terkait
ICCN perkuat sinergi dengan Kementerian Ekraf, usung AI dan kompas kota kreatif untuk akselerasi nasional
ICCN dampingi Ternate Youth Planner 2026, dorong kota rempah jadi gerbang gastronomi dunia
Promedia Group teken MoU dengan ICCN untuk perkuat kemandirian ekonomi kreatif di Indonesia
ICCN luncurkan E-Book retrospektif kota kreatif, dokumentasikan perjalanan kota kreatif di Indonesia
Pemkab Pulau Taliabu gandeng ICCN, dorong ekonomi kreatif dan kemandirian daerah
158 Guru vokasi dilatih AI hingga robotika, kolaborasi ICCN dan Intel dorong transformasi pendidikan
ICCN akan gelar Indonesia Culture Festival 2026 di Malang, angkat konsep living museum