GENMILENIAL.ID – Di tengah gemerlapnya perkembangan modernitas, Desa Sasak Sade, sebuah permata tersembunyi di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadi saksi bisu dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang terus berkembang.
Desa ini telah menjadi daya tarik wisata utama, menarik wisatawan untuk merasakan pesona tradisi Sasak yang autentik.
Dengan populasi sekitar 1.200 jiwa, Desa Sasak Sade mampu mempertahankan warisan budaya leluhurnya.
Salah satu aspek menarik dari desa ini adalah arsitektur rumah tradisionalnya yang unik, terbuat dari anyaman bambu dan rumput kering yang menghasilkan desain yang tahan gempa.
Baca Juga: Taman nasional gunung rinjani, syurganya para pendaki di Lombok, Provinsi NTB
Desa ini menjadi simbol keuletan masyarakat lokal dalam melestarikan warisan leluhur.
Desa Sasak Sade juga dikenal dengan kerajinan tangan khasnya. Setiap rumah memiliki perajin lokal yang terampil dalam membuat kain tenun tradisional Sasak, yang dihargai karena keindahan motif dan warnanya.
Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun dan bahkan mencoba langsung untuk membuatnya.
Sebagai destinasi wisata, Desa Sasak Sade menyediakan pengalaman budaya yang mendalam. Wisatawan dapat mengunjungi 'Bale Rara', tempat pameran dan penjualan hasil kerajinan tangan lokal.
Baca Juga: Jalan-jalan ke ke NTB, ini 5 Rekomendasi wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Di sini, mereka dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, belajar tentang tradisi mereka, dan mendukung ekonomi lokal dengan membeli produk-produk kerajinan tangan yang unik.
Selain itu, tradisi adat Sasak masih sangat kental di Desa Sasak Sade. Setiap tahun, desa ini mengadakan upacara adat seperti Perang Topat, sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Perayaan ini melibatkan seluruh komunitas dan menjadi momen penting untuk mempererat ikatan antarwarga.
Keberlanjutan juga menjadi fokus penting di Desa Sasak Sade. Masyarakat setempat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mempertahankan cara hidup berkelanjutan.
Artikel Terkait
Tidak gunakan APBD, Festival 7 Sungai di Desa Cibuluh diramaikan dengan berbagai kegiatan pameran kriya budaya sungai, bazzar dan UMKM
Jelang ulang tahun kedua, Manajemen D'Castello sebut sudah tanam ribuan pohon buah
Ulang tahun ke 2, D'Castello akan hadirkan artis ibu kota dan gelar berbagai lomba menarik dengan track menantang
Ulang tahun ke 2, D'Castello gelar berbagai kegiatan dan bazar UMKM warga sekitar
Hari Bhakti Transmigrasi 2023, transformasi masyarakat lewat relokasi dan pemulihan lahan
13 Desember, perayaan eksklusif Hari Kuda Nasional di Amerika Serikat
Menelusuri jejak sejarah, ini 6 kota tua di dunia dengan peradaban maju di masa lalu