Sementara itu, pendiri Fekraf Banten, Andi Suhud, menyampaikan bahwa subsektor ekonomi kreatif di Banten menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menilai kolaborasi dengan BPS menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan data.
“Sinergi data dan kreativitas bukan hanya tentang angka, tetapi tentang masa depan ekonomi Banten yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” katanya.
Baca Juga: IDAI layangkan surat terbuka ke BGN, soroti pemberian susu formula dalam program MBG
Fekraf Banten sendiri merupakan bagian dari jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang berfokus pada pembangunan daerah melalui penguatan ekonomi kreatif, kebudayaan, serta sumber daya manusia.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut juga menjadi langkah awal dalam memastikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 mampu menangkap potensi ekonomi kreatif secara lebih komprehensif, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
Artikel Terkait
Banjir lumpur timpa warga Desa Curugrendeng, Pemda Subang hentikan sementara aktifitas PT BPS
Banjir lumpur di Desa Curugrendeng, Ini langkah yang akan dilakukan oleh PT BPS dan PTPN VIII
Curhat Kepala BPS soal warganet Indonesia yang sering bicara data tapi kurang literasi
Ferry Latuhihin soroti beda data kemiskinan BPS dan Bank Dunia, ingatkan publik tak terjebak angka
Menkeu Purbaya sentil pihak ragukan data pertumbuhan ekonomi 5,12 persen dari BPS
Pelaku kreatif Jateng berkumpul di Grobogan, perkuat kolaborasi ekonomi kreatif daerah
Kampung Influencer Cianjur resmi diluncurkan, dorong ekonomi kreatif berbasis digital