Dari rumah rakyat hingga smart industry: Forum Inabanks ungkap arah investasi 2026

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 14 November 2025 | 13:31 WIB
Pemerintah bersama pelaku industri, pengembang, dan perbankan sepakat perkuat investasi di sektor properti, Rabu 12 November 2025 (Dok. Istimewa)
Pemerintah bersama pelaku industri, pengembang, dan perbankan sepakat perkuat investasi di sektor properti, Rabu 12 November 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Pemerintah bersama pelaku industri, pengembang, dan perbankan sepakat memperkuat sinergi investasi dan sektor properti sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen itu mengemuka dalam Forum Inabanks Investment & Property Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu 12 November 2025. 

Forum tahunan tersebut memetakan peluang dan tantangan ekonomi menjelang 2026, termasuk arah investasi strategis, stabilitas pasar properti, hingga kesiapan industri menuju transformasi digital dan energi hijau.

Baca Juga: Ketua DIKPI dorong self policing sejak dini untuk cegah kekerasan dan stres di sekolah

Target ekonomi 2029 dan peran investasi

Mewakili Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Ricky Kusmayadi menegaskan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 dengan investasi sebagai mesin utamanya menuju visi Indonesia Emas 2045.

Hingga kuartal III 2025, realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.434,3 triliun atau 75,3 persen dari target tahunan. Sektor logam dasar, transportasi–telekomunikasi, serta perumahan–kawasan industri menjadi penyumbang terbesar.

“Sektor properti punya multiplier effect tinggi karena membuka lapangan kerja dan menggerakkan rantai pasok nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Assyifa Peduli dan Ummahat tingkatkan metode KBM interaktif guru ngaji

Ricky juga menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat iklim berusaha melalui Omnibus Law, digitalisasi perizinan OSS berbasis risiko, hingga penerapan fiktif positif dan SLA untuk menjamin kepastian waktu bagi pelaku usaha.

Hilirisasi jadi lokomotif lapangan kerja

Pemerintah mencatat nilai investasi hilirisasi mencapai Rp431,4 triliun sepanjang 2025, naik 58,1 persen dari tahun sebelumnya dan diproyeksikan membuka hingga 3 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan.

Fokus hunian layak dan inklusif

Pada sektor perumahan, Kementerian PKP menargetkan pembangunan dan renovasi tiga juta unit rumah hingga 2029 untuk mengejar backlog yang mencapai 9,9 juta rumah tangga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X