IFG dan bahana TCW dorong tata kelola investasi asuransi berbasis risiko lewat CFO Forum AAUI 2025

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:25 WIB
IFG bersama Bahana TCW Investment Management dorong penguatan tata kelola investasi dan manajemen risiko di industri asuransi melalui partisipasi aktif dalam CFO Forum – AAUI Bali Rendezvous 2025, Jumat, 17 Oktober 2025 di Bali (Dok. IFG)
IFG bersama Bahana TCW Investment Management dorong penguatan tata kelola investasi dan manajemen risiko di industri asuransi melalui partisipasi aktif dalam CFO Forum – AAUI Bali Rendezvous 2025, Jumat, 17 Oktober 2025 di Bali (Dok. IFG)

GENMILENIAL.ID — Indonesia Financial Group (IFG) bersama Bahana TCW Investment Management, anggota holding yang berfokus pada pengelolaan investasi institusional, mendorong penguatan tata kelola investasi dan manajemen risiko di industri asuransi melalui partisipasi aktif dalam CFO Forum – AAUI Bali Rendezvous 2025, Jumat, 17 Oktober 2025 di Bali.

Forum yang mempertemukan para direktur keuangan perusahaan asuransi nasional dan internasional ini membahas tantangan penerapan standar akuntansi baru dan implikasinya terhadap strategi investasi berbasis risiko.

Bahana TCW dalam kesempatan tersebut memaparkan materi bertajuk 'Integrating PSAK 117 with Investment Strategies: Opportunities and Challenges.'

Baca Juga: Mahfud MD nilai KPK ‘aneh’ soal dugaan mark up Whoosh: Persilakan panggil dirinya dan bawa bukti tayangan TV

Paparan itu menyoroti perubahan mendasar dalam manajemen investasi asuransi akibat penerapan PSAK 117, yang kini menuntut pendekatan market-consistent dan principle-based melalui penguatan Asset-Liability Management (ALM) dan liability-driven investment (LDI).

“PSAK 117 tidak hanya mengubah proses pencatatan secara akuntansi, tetapi juga cara pandang perusahaan dalam mengelola investasi dan risiko keuangan secara menyeluruh,” ujar Novi Imelda, Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan Bahana TCW Investment Management.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut menuntut sinergi lebih erat antara aktuaria dan manajer investasi agar aset dan kewajiban dapat dikelola secara seimbang dan berkelanjutan.

Baca Juga: Whoosh: Ketika ambisi politik mengalahkan rasionalitas ekonomi

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan agenda besar IFG dalam membangun ekosistem investasi yang berintegritas dan transparan.

“Transformasi PSAK 117 menjadi momentum penting bagi IFG untuk memperkuat praktik manajemen investasi yang prudent, berbasis risiko, dan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya.

Melalui partisipasi di CFO Forum AAUI 2025, IFG dan Bahana TCW menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat fondasi industri jasa keuangan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan di bawah naungan Danantara Indonesia.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X