Program Saba Desa menjadi ciri khas kepemimpinan Kang Rey. Setiap minggu, ia turun langsung menelusuri desa-desa di Subang untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Saya ingin jemput bola, mendengar langsung kebutuhan warga. 245 desa harus saya pijak,” kata Kang Rey.
Baca Juga: 3 Klaster korupsi yang jerat Bupati Ponorogo: Dari suap pengurusan jabatan hingga fee proyek RSUD
Melalui pendekatan ini, kebijakan pembangunan dibuat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar laporan di atas meja.
Subangfest: Hiburan rakyat dan perputaran ekonomi lokal
Selain fokus infrastruktur dan pelayanan publik, Kang Rey juga memberi ruang bagi seniman dan pelaku UMKM melalui Subangfest ajang hiburan bulanan yang kini jadi ikon baru Kabupaten Subang.
“Subangfest kami hitung menghasilkan perputaran uang sekitar 300 juta rupiah setiap kali digelar. Masyarakat senang, seniman tampil, ekonomi lokal bergerak,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus suap jual-beli jabatan: KPK tetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan 3 orang lain tersangka
Penghargaan untuk rakyat Subang
Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk bekerja lebih baik.
“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Subang. Penghargaan terbaik adalah kepuasan dan kebahagiaan warga,” tutupnya.***
Artikel Terkait
'Menembus ujung Subang': Kang Rey tepis isu ketimpangan lewat Saba Desa Blanakan
Motoran ke desa, gaya kepemimpinan Kang Rey yang dekat dengan warga Cisalak
Kang Rey ajak pemuda Subang bergerak dan bersatu: Jangan hanya bangga pada sumpahnya, tapi buktikan aksinya!
Kang Rey resmikan jalan Rp1,8 miliar di Pusakajaya, lanjut Saba Desa dan main bola bareng warga
Dorong reformasi hukum humanis, Bupati Subang tandatangani MoU pidana kerja sosial bersama Kejati Jabar
BP4D Subang soroti pentingnya ekosistem inovasi daerah, sabun nanas Sanatsu masuk tiga besar KIJB 2025
Bandung Ngahiji gelar Corporate Gathering di Ciater, ajak HRD se-Jabodetabek dukung pariwisata Subang-Lembang