BP4D Subang soroti pentingnya ekosistem inovasi daerah, sabun nanas Sanatsu masuk tiga besar KIJB 2025

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 4 November 2025 | 23:18 WIB
Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar (tengah), tegaskan pentingnya perkuat ekosistem inovasi daerah sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan, Selasa 4 November 2025 (Dok. Istimewa)
Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar (tengah), tegaskan pentingnya perkuat ekosistem inovasi daerah sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan, Selasa 4 November 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem inovasi daerah sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Tahapan Verifikasi dan Validasi Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 yang digelar di MTsN 1 Subang, Selasa 4 November 2025.

Menurut Iwan, Subang kini menunjukkan kemajuan signifikan di ajang inovasi tingkat provinsi, setelah dua karya inovatif berhasil menembus tiga besar KIJB 2025, yakni Apo Desa Mayangan dan Sabun Nanas Tsanawiyah Satu (Sanatsu).

Baca Juga: 29 Wisudawan STIQ As-Syifa hafal 30 juz Al-Qur’an, jadi bukti lahirnya generasi Qur’ani di era modern

“MTsN 1 Subang menjadi salah satu andalan kami di KIJB tahun ini. Dari enam inovasi yang diajukan, dua masuk tiga besar. Ini menunjukkan komitmen kuat Subang untuk terus melahirkan inovasi berbasis potensi lokal,” ujar Iwan Syahrul Anwar.

Komitmen Subang lindungi inovator lokal dengan HAKI

Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan bahwa proses panjang KIJB 2025 di Subang telah melibatkan pendampingan dari BRIN dan Politeknik Negeri Subang, dengan fokus pada peningkatan kualitas riset dan perlindungan hasil karya.

“Tahun sebelumnya Subang hanya menembus 25 besar. Sekarang masuk tiga besar, dan inovasi Sanatsu sudah kami daftarkan ke Kemenkumham untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Ini bukti komitmen Pemkab Subang melindungi inovator lokal,” tegasnya.

Baca Juga: IFG Synergy Day 2025 dorong pertumbuhan ekonomi lokal, UMKM binaan catat transaksi Rp50 juta

Inovasi Sanatsu jadi simbol kreativitas Madrasah Subang

Produk inovatif Sabun Nanas Tsanawiyah Satu (Sanatsu) yang dihasilkan peserta didik MTsN 1 Subang menjadi sorotan utama dalam verifikasi lapangan.

Sanatsu merupakan sabun ramah lingkungan berbahan dasar limbah kulit nanas, komoditas unggulan Subang, yang diolah menjadi sabun cair dan sabun kertas.

“Kulit nanas direbus dan disaring, lalu ekstraknya dicampur bahan alami. Kami sudah pasarkan di koperasi sekolah dengan harga mulai Rp2.000 sampai Rp16.000,” ujar salah satu tim peneliti muda, Queeni Alimah Goni Zalzalali Wal Ikrom, didampingi pembimbing Yeyet Rosmiati.

Baca Juga: IFG Synergy Day 2025: Ketika sinergi dan kepedulian jadi fondasi menguatkan negeri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X