Istana pertimbangkan perpanjangan waktu pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 19:04 WIB
Pemerintah Indonesia masih mencari skema terbaik terkait sisa utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (setneg.go.id)
Pemerintah Indonesia masih mencari skema terbaik terkait sisa utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (setneg.go.id)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah akan menggelar rapat khusus membahas utang proyek Whoosh yang kini mencapai sekitar Rp116 triliun.

Danantara, superholding BUMN yang menaungi proyek KCJB, kini tengah mencari solusi untuk meringankan beban pembiayaan, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang pinjaman.

Baca Juga: Kerja sama Perumda Tirta Rangga dan Aqua disorot: Kontribusi Rp600 juta per bulan, ini penjelasan lengkapnya

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan digunakan untuk menutup utang proyek tersebut.

Ia menjelaskan, sejak terbentuknya superholding Danantara, seluruh dividen BUMN menjadi milik entitas itu dan tidak lagi tercatat sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Kan KCIC di bawah Danantara ya, kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri,” kata Purbaya saat media briefing di Sentul, Bogor, Jumat, 10 Oktober 2025.

“Harusnya mereka manage (utang KCJB) dari situ. Jangan kita (pemerintah) lagi,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X