Gelombang PHK massal picu lonjakan pekerja informal, Anies Baswedan desak pemerintah perkuat sektor formal

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:44 WIB
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal (Instagram/aniesbaswedan)

GENMILENIAL.IDAnies Baswedan menyoroti meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia yang terus naik dari tahun ke tahun dan berdampak luas terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Di tahun 2023 ada 64 ribu kasus, 2024 melonjak jadi 77 ribu kasus, dan baru setengah tahun ini di 2025 sudah lebih dari 42 ribu orang kehilangan pekerjaan,” ujar Anies dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat, 10 Oktober 2025.

Anies menilai, angka PHK yang terus meningkat tidak hanya berdampak pada para korban secara ekonomi, tetapi juga mengguncang kehidupan sosial keluarga.

Baca Juga: Menkeu Purbaya ke fresh graduate: Jangan khawatir, pemerintah siapkan 100 ribu kuota magang berbayar

“Di balik angka-angka ini ada ayah yang begadang memikirkan tagihan listrik, ada ibu yang menjelaskan ke anak kenapa tak bisa beli susu, ada anak muda fresh graduate yang mimpinya buyar,” katanya.

PHK dorong lonjakan pekerjaan informal

Menurut Anies, banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan formal kini terpaksa beralih ke sektor informal karena sulitnya mencari pekerjaan baru.

“Sebagian besar dari mereka tidak pindah ke pekerjaan formal baru, tapi justru jatuh ke sektor informal. Berdagang kecil-kecilan, jualan online seadanya, ojek online, atau jadi pekerja serabutan,” ujarnya.

Ia menilai pekerjaan informal memang memberi penghasilan, tetapi tidak memberikan kepastian hidup.

Baca Juga: Polisi dan Dishub Subang temukan truk pengangkut galon Aqua kelebihan muatan dalam kecelakaan Cijambe

“Tidak ada BPJS, tidak ada THR, apalagi bicara pensiun. Wajar kalau banyak yang merasa kerja sih ada, tapi hidup tetap susah,” tambahnya.

Efek domino ke perekonomian

Anies juga mengingatkan bahwa gelombang PHK massal bukan hanya isu ketenagakerjaan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

“Ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, maka daya beli turun. Pasar sepi, pedagang kecil ikut lesu. Ini efek domino yang nyata,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X