GENMILENIAL.ID – Di tengah bayang krisis global akibat perang dagang AS–China, cerita Sandiaga Uno kembali relevan: dari korban PHK, ia justru menemukan arah baru menjadi pengusaha.
Sandiaga Uno mengaku pernah merasakan pahitnya kehilangan pekerjaan saat krisis ekonomi 1998 melanda Indonesia.
Kala itu, perusahaan tempatnya bekerja bangkrut, membuat dirinya harus memulai hidup dari nol.
Baca Juga: Kang Rey pastikan jalan Kabupaten Rampung 2027: APBD dipakai bangun, bukan hura-hura
“Peristiwa PHK itu jalan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, mengubah jalan hidup saya dari tadinya mencari lapangan kerja menjadi seorang pengusaha,” ungkap Sandiaga dalam siniar YouTube Agatha Chelsea, Jumat 19 September 2025.
Bersama rekannya Edwin Soeryadjaya, Sandiaga mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.
Ia juga mendirikan PT Recapital bersama Rosan Roeslani yang kini berkembang dari hanya 3 orang karyawan menjadi puluhan ribu pekerja.
Eks Menparekraf di era Presiden Joko Widodo itu meyakini kegagalan justru membuka pintu baru.
“Krisis 1998 jadi batu loncatan bagi saya untuk mengasah kemampuan berwirausaha hingga hari ini membangun usaha sendiri,” jelasnya.
Menurut Sandiaga, generasi muda Indonesia harus berani mengambil peluang dalam ketidakpastian global.
Lewat sektor swasta, ia menegaskan komitmennya membantu UMKM menembus pasar internasional sekaligus menciptakan lapangan kerja.***
Artikel Terkait
HIPMI Subang, minta Pemda buat regulasi dan kebijakan yang pro terhadap pengusaha muda lokal Subang
Dihadapan para pengusaha, Dr. Imran sebut pembangunan Subang tidak akan cukup jika hanya andalkan APBD dan ajak investor ciptakan peluang ekonomi
Bincang bisnis era digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang, Promedia ajak para mahasiswa berani jadi pengusaha media
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Presiden Prabowo minta pengusaha besar bantu UMKM dan rakyat miskin, tegaskan kemakmuran harus merata
Ara ingatkan HIPMI: Jangan biarkan pengusaha nakal ikut program KUR Perumahan