GENMILENIAL.ID – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah mengkaji langkah tidak biasa untuk menekan maraknya peredaran rokok ilegal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka wacana 'pemutihan' bagi produsen rokok ilegal, yakni kesempatan untuk melegalkan usahanya tanpa dikenai sanksi, asalkan mau masuk ke sistem resmi negara.
Langkah ini dinilai sebagai strategi reformasi cukai tembakau yang menyeimbangkan kepentingan penerimaan negara dengan pembinaan terhadap pelaku industri kecil.
Rokok ilegal rugikan negara dan ganggu persaingan usaha
Fenomena rokok ilegal masih menjadi masalah kronis di sektor hasil tembakau.
Produk tanpa pita cukai atau dengan cukai palsu beredar luas di pasaran, terutama di daerah-daerah dengan konsumsi tinggi.
Selain menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah per tahun, peredaran rokok ilegal juga menciptakan persaingan tidak sehat bagi produsen rokok legal yang membayar cukai sesuai aturan.
Purbaya menyebut, pembinaan lebih efektif daripada sekadar penindakan, terutama terhadap produsen kecil yang belum terdaftar secara resmi.
Pemutihan: Jalan tengah bagi produsen kecil
Dalam kunjungan ke kawasan industri tembakau di Kudus, Jawa Tengah, Jumat 3 Oktober 2025, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah ingin memberi ruang bagi pelaku usaha kecil agar beralih menjadi produsen resmi.
“Kalau mereka mau bergabung dalam kawasan industri dan taat aturan, dosanya yang lama akan diampuni,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, sejumlah pemerintah daerah kini sedang menyiapkan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) baru.
Artikel Terkait
Mobil BRV yang tabrak bus rombongan bonek lawan arah diduga karena bawa rokok ilegal
Kodim 0605 Subang bongkar penyelundupan ratusan ribu bungkus rokok ilegal
Tarif cukai rokok 2026 tidak naik, Menkeu Purbaya teken strategi hadang rokok ilegal
Polemik cukai rokok tinggi, pengamat nilai langkah Purbaya penting untuk penyerapan lapangan kerja
Kemenkes soroti konsumsi rokok, jadi akar penyebab stunting di Indonesia
Purbaya janji 'sikat' rantai rokok ilegal: Dari marketplace sampai warung kecil
Rokok jadi polemik ekonomi dan kesehatan, Menkeu Purbaya: Pilih yang paling bermanfaat untuk masyarakat