Investasi ekonomi kreatif tembus Rp90,1 triliun, Menekraf sebut investor kian percaya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 6 September 2025 | 20:52 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah) menyebut investasi sektor ekonomi kreatif tembus Rp90,1 triliun pada semester I 2025 (ekraf.go.id)
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah) menyebut investasi sektor ekonomi kreatif tembus Rp90,1 triliun pada semester I 2025 (ekraf.go.id)

GENMILENIAL.ID – Sektor ekonomi kreatif Indonesia mencatat lonjakan investasi signifikan pada semester I 2025. Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melaporkan nilai investasi telah mencapai Rp90,1 triliun, jauh melampaui capaian 2024 yang hanya Rp64,22 miliar.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut tren tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Total investasi hingga semester I 2025 sudah menyentuh Rp90,12 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar Rp64,22 miliar,” kata Riefky di Jakarta, Sabtu, 6 September 2025.

Baca Juga: Klaim stok aman, Mentan tegaskan Indonesia tak akan impor beras sampai akhir 2025

Ia menambahkan target jangka menengah diproyeksikan bisa menembus Rp152,3–Rp183,7 triliun pada 2029.

“Peningkatan investasi ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekosistem ekraf Indonesia yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Singapura menjadi investor asing terbesar dengan nilai Rp18,65 triliun.

Dari dalam negeri, DKI Jakarta mencatat lonjakan investasi dari Rp18,14 triliun pada 2024 menjadi Rp25,97 triliun pada 2025.

Baca Juga: Proses sudah berjalan, Menko Airlangga ungkap Satgas PHK segera direalisasikan

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Riefky menekankan pentingnya menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Program Setahun Bekerja Bergerak Berdampak disebut menjadi fondasi awal penguatan kontribusi ekraf dari berbagai daerah.

Kementerian Ekraf menargetkan empat indikator utama hingga 2029, yakni pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan investasi.

Tahun 2024, PDB ekraf tumbuh 5,69 persen dan diproyeksikan mencapai 6,12 persen pada 2029.

Baca Juga: Viral di medsos kabar PHK massal Gudang Garam, KSPI soroti kemungkinan penyebab hingga dampak luas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X