GENMILENIAL.ID – Asuransi jiwa kerap dianggap sebagai instrumen penting untuk melindungi masa depan finansial keluarga.
Namun, manfaatnya bisa berkurang bahkan menjadi bom waktu jika pemilik polis melakukan kesalahan dalam memilih atau mengelolanya.
Pendiri Whitford Financial Planning, Michael Helveston, mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan peran asuransi jiwa.
Baca Juga: PBB desak Indonesia utamakan dialog dan transparansi dalam penanganan aksi protes
“Salah langkah bisa membuat perlindungan yang Anda pikir sudah cukup, justru tidak mencukupi,” ujarnya dalam laporan Investopedia, Rabu 3 September 2025.
Berikut lima kesalahan umum yang kerap terjadi saat membeli asuransi jiwa:
1. Menyepelekan jumlah pertanggungan
Nilai perlindungan yang terlalu kecil membuat keluarga tetap rentan kesulitan, terutama saat menghadapi cicilan besar.
Baca Juga: Pakar komunikasi desak pemerintah rangkul media, bukan influencer, untuk jaga kepercayaan publik
2. Menunda membeli asuransi
Banyak orang merasa sehat dan muda sehingga menunda, padahal menunggu terlalu lama bisa membuat premi lebih mahal atau bahkan ditolak.
3. Salah pilih jenis polis
Artikel Terkait
Kemenag ungkap penanganan jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi, pastikan badal haji dan asuransi
Kasus Covid-19 naik, IFG ajak warga perkuat perlindungan diri lewat asuransi kesehatan
IFG dorong transformasi asuransi nasional hadapi tekanan global lewat dialog strategis
Laba asuransi jiwa melesat 132 persen, IFG dorong transformasi menuju industri keuangan tangguh
IFG perkuat peran strategis di industri asuransi lewat Indonesia Professional Insurance Forum 2025
Berjangka vs seumur hidup, mana asuransi jiwa yang tepat buat kamu?
Dirut GoTo Patrick Walujo melayat: Janjikan dukungan finansial dan asuransi untuk keluarga Affan Kurniawan