Baca Juga: DPRD Subang setujui Perubahan APBD 2025, PAD naik Rp143,5 miliar
“Potensi PHK di sektor hulu relatif kecil dan masih bisa dimitigasi melalui optimalisasi serapan lokal. Tetapi jika beban tarif tinggi diterapkan, ini bisa jadi tragedi nasional,” tegasnya.
Dorong sinergi
Kemenperin menekankan pertumbuhan industri tekstil di kuartal I dan II 2025 yang masih di atas 4 persen harus dijaga melalui sinergi semua pihak.
“Kami berharap asosiasi dapat melihat kebijakan pemerintah secara objektif,” pungkas Febri.***
Artikel Terkait
Kemenperin tunjuk LAZ Assyifa Peduli sebagai mitra penyelenggaraan bimbingan teknis WUB pengembangan serat alam nanas
Pemerintah turun tangan, KSPI ungkap kemungkinan Sritex jadi BUMN: Semacam BUMN tekstil
Tuntutan jaksa di sidang kasus impor gula: Tom Lembong terbitkan 21 persetujuan GKM tanpa rekomendasi Kemenperin
IFG perkuat peran strategis di industri asuransi lewat Indonesia Professional Insurance Forum 2025
40 Ribu pekerja tekstil terancam PHK jika BMAD 45 persen bahan baku China diterapkan
Perumda TRS Subang targetkan debit air 100 liter per detik untuk kawasan industri dan perumahan Cibogo
Presiden Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Kepala Badan Industri Mineral, dorong hilirisasi berbasis riset