GENMILENIAL.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberi peringatan serius soal potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor tekstil.
Hingga 40 ribu pekerja diperkirakan terancam kehilangan pekerjaan bila usulan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) 45 persen terhadap bahan baku asal China benar-benar diberlakukan.
Usulan kebijakan BMAD ini pertama kali diajukan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI).
Mereka merekomendasikan pengenaan tarif tinggi pada benang filamen tertentu yang menjadi bahan baku utama industri tekstil.
Baca Juga: Warga RI ramai tinggalkan Facebook, TikTok jadi primadona media sosial 2025
Kemenperin: Tragedi nasional
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan kebijakan tersebut berpotensi memukul keras industri hilir tekstil yang saat ini menyerap puluhan ribu tenaga kerja di dalam negeri.
“Ini akan menjadi tragedi nasional. Sedangkan potensi PHK di sektor hulu yang jauh lebih kecil masih bisa dimitigasi melalui optimalisasi serapan lokal,” kata Febri dalam keterangan resmi, Minggu 24 Agustus 2025.
Menurutnya, kebijakan impor maupun perlindungan tarif seharusnya berdasar pada prinsip keadilan bagi seluruh rantai industri, hulu, intermediate, hingga hilir.
Baca Juga: FPIPS UPI gelar program POLARIS: Literasi politik berbasis teknologi untuk pemuda Subang
“Keseimbangan adalah kunci agar semua sektor tetap bisa bertahan,” tambahnya.
Kritik ke asosiasi industri
Selain soal BMAD, Kemenperin menyoroti masalah internal dalam tubuh Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI).
Dari 20 anggotanya, hanya 15 perusahaan yang rutin melaporkan aktivitas industri ke Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Artikel Terkait
Industri asuransi umum rugi Rp10 triliun di 2024, dampak bencana alam global dan tekanan premi
9 Tersangka kasus pemerasan di kawasan industri Subang diserahkan ke Kejaksaan
Prabowo tegaskan dukungan penuh bagi kemandirian industri pertahanan nasional
Tantri Kotak ungkap keresahan penyanyi soal Royalti: Industri musik sedang tidak baik-baik saja
Usai tinjau proyek di Karawang, Prabowo langsung gelar rapat virtual: Bahas ketahanan nasional hingga industri strategis
Laba asuransi jiwa melesat 132 persen, IFG dorong transformasi menuju industri keuangan tangguh
IFG perkuat peran strategis di industri asuransi lewat Indonesia Professional Insurance Forum 2025