GENMILENIAL.ID - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menggelar pelatihan bertajuk 'Bimbingan Teknis Wirausaha Baru (WUB) Pengembangan Serat Alam Nanas di Kabupaten Subang' yang bertempat di As-Syifa Jalancagak pada Senin 28 Oktober 2024.
LAZ Assyifa Peduli sebagai lembaga sosial yang sama-sama memiliki program pemberdayaan ditunjuk sebagai mitra pelaksana.
Perwakilan Direktur Industri Aneka dan IKM Sandang, Kimia, dan Kerajinan, Kemenperin RI, Dimas Kusumaatmadja mengatakan bahwa serat nanas yang sangat potensial dijadikan kerajinan dan produk lainnya, menjadi target terciptanya wirausaha baru khususnya di Kabupaten Subang.
"Kami melihat dan sangat apresiasi Assyifa Peduli memiliki visi yang sama yaitu pemberdayaan masyarakat yang ghirohnya itu berlandaskan nilai-nilai keislaman," Dimas Kusumaatmadja
"Tentunya kami dari pemerintah mendukung berjalannya ekosistem serat alam di Subang ini bisa lebih baik lagi. Sehingga terlaksanakanlah pelatihan selama sepekan ini," sambungnya.
Lanjut Dimas. Nanas di Kabupaten Subang sangat melimpah, namun belum banyak dimanfaatkan terkait potensi serat alamnya.
"Kenapa relevan dengan wirausaha baru karena tidak banyak yang memanfaatkan potensi serat alam ini. Di mana kalau saya main ke Subang hanya pemanfaatan buahnya saja dan daun nanas digunakan untuk pakan ternak," ucap Dimas.
"Padahal, serat nanas ini bisa memiliki penambahan nilai manfaat dalam benuk nilai ekonomis. Artinya, akan menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat dalam hal ini bisa dijadikan unsur sandang," tambahnya.
Dimas pun menjelaskan bahwa pengolahan serat nanas menjadi benang memang membutuhkan bantuan teknologi yang lebih canggih.
Selain bisa memberikan manfaat dalam rangka pemberdayaan masyarakat bersama Assyifa Peduli, setelah terlaksananya pelatihan ini diharakan dapat menggaet investor untuk bekerja sama.
"Memang pengolahan benangnya butuh campur tangan teknologi investasi besar gitu ya, tapi untuk kerajinannya butuh pemberdayaan masyarakat," kata Dimas.
"Sehingga untuk keterampilannya sendiri kami bekerja sama dengan Assyifa Peduli khususnya karena kami yakin Assyifa Peduli berdampak bagi masyarakat Kabupaten Subang," tambahnya.
Artikel Terkait
Peduli pada isu sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Subang, media online GenMilenial.id lakukan kerjasama dengan LAZ Assyifa Peduli
LAZ Assyifa Peduli dan Badan Wakaf Assyifa salurkan 20.183 paket Ramadhan untuk masyarakat Kabupaten Subang dan Palestina
Kabupaten Subang belum mandiri secara finansial, Dr. Imran minta BUMD dikelola secara profesional dan cari peluang kemitraan agar dapat tingkatkan PAD
Optimalkan data penerima, LAZ Assyifa Peduli lakukan kolaborasi dengan Pendamping Sosial Kemensos RI
Geliat ekonomi warga Muhammadiyah, berdayakan warga sekitar, Kabupaten Subang fokus pada ternak sapi
Kabupaten Subang punya dua 'Kawasan Ekonomi Khusus', Pj. Bupati harap bisa dongkrak ekonomi, serap tenaga kerja dan pemberdayaan BUMD
Setahun perang Gaza, LAZ Assyifa Peduli distribusikan bantuan kemanusiaan kepada 14.182 warga Palestina