Kemenperin tunjuk LAZ Assyifa Peduli sebagai mitra penyelenggaraan bimbingan teknis WUB pengembangan serat alam nanas

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 28 Oktober 2024 | 22:24 WIB
Kemenperin dan LAZ Assyifa Peduli gelar pelatihan bertajuk bimtek WUB pengembangan serat alam nanas di Kabupaten Subang pada Senin 28 Oktober 2024
Kemenperin dan LAZ Assyifa Peduli gelar pelatihan bertajuk bimtek WUB pengembangan serat alam nanas di Kabupaten Subang pada Senin 28 Oktober 2024

GENMILENIAL.ID - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menggelar pelatihan bertajuk 'Bimbingan Teknis Wirausaha Baru (WUB) Pengembangan Serat Alam Nanas di Kabupaten Subang' yang bertempat di As-Syifa Jalancagak pada Senin 28 Oktober 2024. 

LAZ Assyifa Peduli sebagai lembaga sosial yang sama-sama memiliki program pemberdayaan ditunjuk sebagai mitra pelaksana.

Perwakilan Direktur Industri Aneka dan IKM Sandang, Kimia, dan Kerajinan, Kemenperin RI, Dimas Kusumaatmadja mengatakan bahwa serat nanas yang sangat potensial dijadikan kerajinan dan produk lainnya, menjadi target terciptanya wirausaha baru khususnya di Kabupaten Subang.

"Kami melihat dan sangat apresiasi Assyifa Peduli memiliki visi yang sama yaitu pemberdayaan masyarakat yang ghirohnya itu berlandaskan nilai-nilai keislaman," Dimas Kusumaatmadja

Baca Juga: Transisi energi bersih bikin warga aman dari pencemaran lingkungan? inilah 4 strategi yang bisa dicanangkan Prabowo-Gibran

"Tentunya kami dari pemerintah mendukung berjalannya ekosistem serat alam di Subang ini bisa lebih baik lagi. Sehingga terlaksanakanlah pelatihan selama sepekan ini," sambungnya.

Lanjut Dimas. Nanas di Kabupaten Subang sangat melimpah, namun belum banyak dimanfaatkan terkait potensi serat alamnya.

"Kenapa relevan dengan wirausaha baru karena tidak banyak yang memanfaatkan potensi serat alam ini. Di mana kalau saya main ke Subang hanya pemanfaatan buahnya saja dan daun nanas digunakan untuk pakan ternak," ucap Dimas.

"Padahal, serat nanas ini bisa memiliki penambahan nilai manfaat dalam benuk nilai ekonomis. Artinya, akan menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat dalam hal ini bisa dijadikan unsur sandang," tambahnya.

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi VII DPR soroti kehadiran dua tokoh Ini di RDP soal pemecatan Rudy Soik oleh Kapolda NTT

Dimas pun menjelaskan bahwa pengolahan serat nanas menjadi benang memang membutuhkan bantuan teknologi yang lebih canggih.

Selain bisa memberikan manfaat dalam rangka pemberdayaan masyarakat bersama Assyifa Peduli, setelah terlaksananya pelatihan ini diharakan dapat menggaet investor untuk bekerja sama.

"Memang pengolahan benangnya butuh campur tangan teknologi investasi besar gitu ya, tapi untuk kerajinannya butuh pemberdayaan masyarakat," kata Dimas.

"Sehingga untuk keterampilannya sendiri kami bekerja sama dengan Assyifa Peduli khususnya karena kami yakin Assyifa Peduli berdampak bagi masyarakat Kabupaten Subang," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X