Pengembangan SAF sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mendukung target net zero emission pada 2060 dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Selain memberikan alternatif energi terbarukan, inovasi ini juga membuka peluang bisnis baru dalam pemanfaatan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah.
Jika program ini berhasil diperluas, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi SAF di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dengan sumber daya lokal.***
Artikel Terkait
Belum ada satu bulan, Dirjen Migas dicopot usai digeledah Kejagung soal kasus dugaan korupsi minyak mentah
Singgung potensi penyimpangan di dapur MBG, Prabowo: Pakai minyak goreng yang bersih
Berharap masih jadi andalan warga RI, Dirut Pertamina ungkap bakal evaluasi besar-besaran buntut skandal dugaan korupsi minyak mentah
Kemendag temukan 3 pelanggaran yang sering dilakukan repacker MinyaKita, salah satunya mengurangi isi minyak yang sempat viral di medsos
Dua pekerja luka bakar akibat ledakan gas di sumur Pertamina EP Subang
Polres Subang bertindak cepat tangani ledakan gas di PT Pertamina EP Cidahu
Diduga akibat kebocoran gas, ledakan di area kerja Pertamina Subang lukai dua karyawan