Pertamina perdana kirim avtur ramah lingkungan dari minyak jelantah untuk rute Jakarta–Denpasar

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:42 WIB
Pertamina lifting perdana Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur ramah lingkungan pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Instagram/kilangpertaminainternasional)
Pertamina lifting perdana Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur ramah lingkungan pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Instagram/kilangpertaminainternasional)

GENMILENIAL.ID – PT Kilang Pertamina Internasional, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), mencetak sejarah baru dengan mengirimkan bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk pertama kalinya.

Bahan bakar ini diproduksi di Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah, menggunakan campuran minyak jelantah sebagai bahan baku.

Pengiriman perdana ini dilakukan pada Selasa, 12 Agustus 2025, di Gedung Patra Graha Cilacap, dengan total 32 kiloliter SAF yang siap dipasok untuk penerbangan komersial.

Baca Juga: Arif Hegar Setiawan: Dari aktivis kampus hingga menjadikan politik sebagai panglima pembangunan

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Irawan, menyebut langkah ini sebagai bukti kemampuan anak bangsa membuat terobosan besar di sektor energi.

“Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pertamina pada Kamis, 14 Agustus 2025.

SAF produksi Kilang Cilacap mengandung 3 persen minyak jelantah, sementara sisanya 97–97,5 persen masih menggunakan minyak fosil.

Meski porsinya kecil, penggunaan minyak jelantah ini menjadi langkah awal penting menuju bahan bakar penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Anja Hawari Fasya hidupkan kembali spirit keteladanan lewat buku 'Spirit Kita'

Minyak jelantah sebagai bahan baku dikumpulkan melalui SPBU dan pemasok grosir dari asosiasi pengumpul.

Saat ini, terdapat 25 SPBU yang menerima setoran minyak jelantah dari masyarakat. Pertamina menargetkan ekspansi hingga lebih dari 6.000 SPBU di seluruh Indonesia agar potensi pengumpulan minyak jelantah dapat dioptimalkan.

Rencananya, SAF akan mulai digunakan oleh maskapai Pelita Air pada 20 Agustus 2025 untuk rute Jakarta–Denpasar.

Langkah ini diharapkan menjadi pijakan awal penggunaan SAF secara lebih luas di sektor penerbangan nasional.

Baca Juga: Viral! Pria diduga ketinggalan kapal dikejar pakai sampan, ditarik penumpang dengan tali seadanya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X